Anfield

Jam di kabinku menunjukan jam 10.32 PM , aku tidak bisa tidur hari ini , terlalu banyak yang aku pikirkan. Pagi ini aku dikejutkan dengan kabar kepulanganku. Tiba di workshop jam 7.30 pagi , temanku viktor tiba – tiba memberiku slip gaji , aku hanya komplen sedikit.

“ lohh , im not yet receive the money , they already give this paper , hehe “ , sambil bercanda.

Kertas selembar itu tidak aku baca sama sekali , aku hanya membaca berapa uang yang aku dapat. Dan aku tersadar kapan tanggal aku pulang ketika aku membantu Brother Erwin. Disana tertulis posting date 7 Nov. aku bertanya pada brother.

“ brother , why I disembark early ? , who make this decition ? “

“ its ok , LA make your schedule “ ,jawab brother.

Aku sebenernya serba salah dengan tanggal kepulanganku ini , entah kabar gembira atau kabar buruk , disatu sisi aku senang , akirnya pulang juga , disatu sisi , aku kecewa karena aku menargetkan sesuatu di akhir kontrak. Dan lebih parahnya lagi , keadaan saat ini sangat menunjang negative thinking ku. Belum lama ini first officer kecewa dengan ku , karena aku diberi kerjaan untuk memperbaiki sliding door , dan aku report kepada first officer kalau yang rusak adalah boardnya karena tidak memberikan sinyal. Dan tanggapan first adalah membeli board baru atau order new board. Kira- kira 1 bulan , board itu tiba di kapal , dan first menyuruhku mengganti dengan yang baru. Tahu apa yang terjadi ??....ternyata tetap tidak berfungsi , selidik punya selidik ternyata another board yang rusak , board yang lebih murah , sedangkan board yang aku judge rusak , lumayan mahal. Dan sudah 2 hari ini aku tidak di beri kerjaan sama first officer. Keadaan yang kedua. Malam sebelum aku menerima slip gaji , aku mengupdate CV ku. Karena aku punya rencana mau meng-apply ke chevron. Entah ini sebuah tanda atau apa. Aku merasa “ ya ampun tuhan aja tahu “ , sampai – sampai aku dipulangkan cepat. Memang selama ini aku banyak mengeluh dengan pekerjaan ku . tetapi ketika kepulanganku tinggal sebentar lagi , aku malah berfikir

“ apa yang sudah ku berikan untuk kapal ini ? “

“ apa yang aku dapatkan disini ? “

Dan aku ingin memberikan yang terbaik diakhir cerita , setidaknya jangan memikirkan apa yang akan company berikan kepada ku , tapi pikirkan apa yang akan ku berikan kepada company. Dan saat ini di depanku hanya sebuah layar kecil berukuran mungkin 11 inci , aku termangu menulis blog ini.

Any way , bay the way , bus way

Sekarang adalah hari ke 9 aku puasa

Horeeee….selamat selamat….

Beri selamat , beri selamat . alhamdulilah puasaku lumayan lancar sampai sekarang. Dan bahkan menurutku , malah puasa disini lebih tidak kerasa “Lohhh..aneh…”

Bayangkan

Aku makan saur jam 10 malam , abis saur aku tidur , enaknya c makan lagi jam 3an…tapi jam segitu tidak ada warung yang buka. Akirnya aku hanya memilih selimut memeluk tubuhku yang mungil ini. Dan aku terbangun jam 6.30 AM. Mandi 30 menit. Lalu pergi ke kantor yang berjarak kurang lebih 50 meter dari kabin ku.
Jam 8.00 AM aku mulai bekerja , mengganti lampu , jalan keliling kapal , dan lain-lain.
Jam 12.00 PM , aku tidur siang , ngorokkk 2 jam sampe jam 2.00 PM
Jam 2.00 PM , kembali aku bekerja sampe jam 6.00 PM
Jam 6.00 PM sampai jam 8.00 PM aku istirahat dikabin , mandi , gosok gigi , cuci kaki , cuci muka ,cuci jari tangan , cuci kuping. Dan cuci selangkangan.
Jam 8.00 PM , buka puasa + saur bersama di crew mess bersama Paisano(kawan senegara) sampai jam 10 an.

Dan rutinitas itu berjalan selama seminggu ini. Bisa dibayangkan ?? Rio Febrian dehh aku sekarang ini.

Maap ku JENUH pada mu Princess.

Ada yang bertanya pada ku

“ ehh ric…ada film baru baru ga sekarang ? “

“ engga , aku cuman nonton kungfu Panda “ , jawabku.

“ salah tuh pertanyaan kau “ , lanjutku.

“ seharusnya , udah nonton Kungfu Panda yang keberapa kali ? “

“ aku sudah nonton yang ke 8 kali , sejak dateng kesini “, aku melanjutkan.

Disini tidak cocok dengan pertanyaan ada film baru apa tidak , film nya itu itu aja , yang baru adalah PASSENGER-nya.


Oooiiiiyaaa…..

Kemaren aku ke Anfield lohh…tepatnya bukan kemaren , tapi 2 hari yang lalu , demi cinta (ungu) aku memberanikan diri kesana. Perjalanan dari port ke anfield aku naik bis seharga 3 pound pulang pergi. Dan berhenti tepat di depan stadion.

“ her , aku deg degan “ , berkata ke herry ketika sampai di depan stadion.

“ ahhh eluu…gitu aja deg degan “ , jawabnya.

Gimana engga , anfield mannn….! , biasanya aku cuman nonton di TV , di Trans TV , sekarang malah ada di depan kelopak mata ku , di depan retina ku yang berwarna coklat.

Kekagumannku (Tompi) akan stadion tidak berhenti henti , sampai aku membeli tiket untuk masuk ke musiumnya , seharga 6 pound.

Tiba di dalam

“ ohhh…mannn….”

Apa yang kau bayangkan ..?? ..ya begitu lah…aku tidak bisa menjelaskanya dengan kata- kata. Tidak ada kata – kata yang cocok untuk melukiskan perasaan ini , bahkan begitu indahnya (padi) aja kalah. Didepanku berdiri piala Champion , piala FA , piala UEFA. Semua piala yang pernah Liverpool dapatkan ada disana.

Temanku herry saking asiknya foto – foto.

“ heh herr….kau mantat-in piala FA tuh…” ,

Dia mengambil foto piala Champione sambil nonggeng – nonggeng , sampe - sampe piala FA aja di pantat-in. Gila betul.

Tapi berbahagialah bangsa Indonesia , ternyata Senayan masih menang dengan Anfield , Senayan lebih besar bung, jauh lebih besar malah . Anfield lebih mirip stadion GOR , Gelanggang Olah Raga yang ada di Kota hujan alias Bogor.

Pulang dari anfield

Shopiingggg timeee….yipiiiii……

Entah malaikat apa yang hinggap dihari itu , aku begitu royal banget. Mungkin malaikat pencabut duit. Aku membelanjakan lebih dari 30 pound. Aku beli selimut The Beatles , aku beli Scarf Liverpool , di tambah gelas Liverpool. C herry temanku itu lebih parah lagi. Dia malah mau membeli jaket seharga 50 pound. Setan penjabut nyawa di dompet sudah siap. Kita sampai mikir selama 15 menit untuk membeli jaket itu atau tidak. Tapi akhirnya memang tuhan berkehendak lain. Kita putuskan mencari di Jakarta aja. Bayangkan lah (PADI) , klo di konversi , tu jaket harganya 1 juta bung….edunnn.

Di pinggiran jalan kota Liverpool , aku berjalan bersama herry , mobil mobil berhamburan , air hujan berjatuhan , udara dingin mengelus pipi ku yang coklat.

“ ehh her , ngapin c kita disini ? , gila u yaa , ampir aja kita beli jaket seharga 1 juta “

“ iyaa , kita maen jauhh banget , aku juga ga sadar ngapain kita disini “

“ dulu aku beli jaket biasa di blok M , sekarang ..!!@”, lanjut dia

“ iya , aku juga merasakan kaya gitu dulu , alhamdulialh lah sekarang kita bisa seperti gini bro”

“ iyee pa hajii..” , menyindir.

Memang ini keberkahan yang luar biasa juga buat ku. aku berjalan menuju kapal untuk beristirahat , dan besok kembali bekerja setelah seharian bersuka cita.
0 Responses