Indonesia Tanah Air Ku

One hour forward , always something like that . itu satu hal yang aku tidak suka. Jam tidurku berkurang satu jam. Besok aku tiba di Lisbon , menurutku Lisbon kota yang cukup lengkap , mengapa ? karena hampir semua tempat yang menarik jaraknya sangat dekat , seperti Monument Discovery , Belem Tower , mereka hanya terpisah kurang lebih 500 meter , dan di seberang dua bangunan itu berdiri Jeronimus Monastery. Lengkap bukan.
Percaya tidak percaya , sudah hampir 1 minggu ini aku tidak makan nasi , bukannya aku lupa dengan yang namanya nasi atau beras , tapi makanan disini tidak memungkinkan untuk makan dengan nasi. Hampir tiap malam atau lebih tepatnya tiap hari aku makan kentang , siang , sore , dan malam always kentang goreng. Klo siang hampir dipastikan makan burger , udah kaya orang kaya yaa..?? , ya begitu lah. Malam ini aku hanya makan 8 potong ayam , plus udang , ditambah kentang goreng (again and agian) , plus kopi susi , ehhh salah maksudku kopi susu.
“ gimana ? bagus ? “ , Tanya pa abu pada ku tentang Cadiz.
“ ga ahh…kecewa….hahahh ”, jawab ku.
“ sukur….rasain…” , balas pa abu.
“ apa yang bagus c ? , aneh deh bapa , waktu itu Barcelona di bilang bagus , sekarang cadiz “
“ yowes , memang beda selera “ , jawab pa Abu singkat sambil melanjutkan makan.
Memang sih , Barcelona dengan Cadiz ada beberapa kesamaan , salah satunya jalan – jalan di Cadiz tidak terbuat dari aspal , tapi dari batu atau semacam conbloc. Sebenarnya di Ponta Delgada juga seperti itu. Mungkin itu yang pa Abu suka , kesan masa lampaunya (maybe.!!).
Aku tidak kemana – mana ketika turun di Cadiz , hanya jalan – jalan saja di sekitar port , mungkin hanya 40 menit aku di luar dan masuk lagi. Kadang aku ingin merasakan pengalaman seperti ini bersama teman – teman , tidak sendirian seperti ini. Aku ingin menggila bersama teman. Walaupun ada teman Indonesia , tapi jadwal istirahat yang membatasi pertemuan kita.
“ yuu pa , dah jam 8 nih sama dengan jam 9 , tidur , tidur “ , ajak ku ke pa Abu.
“ yu….” , sambil mengetok meja dua kali , kebiasaan pa Abu ketika selesai makan.
“ ada pengumuman apa nih ? “ , mengajak pa Abu melihat papan pengumuman ketika berjalan menuju kabin.
“ hahhhh “, aku reflek .
IMPORTANT CREW NOTICE – Le Havre/PARIS
All crew are permitted to go ashore in Le-Havre – there are no restriction.
Baris selanjutnya.
HOWEVER
ONLY CREW FROM THE BELLOW MENTIONED COUNTRIES ARE ALLOWED TO LEAVE THE PORT OF LE HAVRE TO GO TO PARIS.
Tertulis berbagai Negara dari A sampai V(Venezuela)
Di baris selanjutnya.
CREW MEMBERS HOLDING MULTI ENTRY SCHENGEN VISA ARE ALSO ALLOWED
Dan disana tidak ada nama INDONESIA
“ apa – apaan nih pa ? “ , Tanya ku
“ lah mana saya tahu , Tanya aja sama crew office “. Jawab pa Abu.
“ curang banget sih , kayanya ga fair , masa cuman 5 negara yang dilarang , Indonesia , Filipina , India , Nepal sama Thailand “, aku berbicara dengan sedikit emosi.
Pa abu tidak berkomentar apa – apa. Aku hanya merobek kertas pengumuman itu dan membawanya ke kabin , untuk di tunjukan pada kabin mate ku.
“ Lorenz , you already read the board ? “ , Tanya ku pada Lorenz.
“ no , not yet , what happen ? “, jawab Lorenzo.
“ just read “, sambil memberikan selembar kertas pada Lorenzo.
“ hahahha…..its ok…just sleep “, Lorenzo said.
Oh may god , dia dengan santainya menjawab seperti itu.
“ ohh may god Lorenzo , this is my dream , go to paris , why like this ? “, aku protes.
Baru saja beberapa minggu yang lalu seorang stetroom steward memberi ku harapan(hope) , dia mengatakan kalau kita berlayar dari le – havre sekitar jam 8 malam , that’s mean jika aku ambil half day , sangat possible aku mengunjungi Eiffel. Saat itu emosi ku sangat antusias , sampai sampai apa pun kerjaan ku tidak aku pedulikan , aku jalani dengan senang , of course , coz sonner or latter I will go to paris. Tak pernah terbayangkan aku akan benar – benar kesana. Beberapa tahun yang lalu , aku membuat foto ku di Adobe photoshop berlatarkan Eiffel , sekarang sudah hampir di depan mata.
And now
MIMPIKU HILANG KARENA NAMA SUATU BANGSA
Harus kah aku menyesal manjadi warga Negara Indonesia ? , mengapa Indonesia begitu dilarang , sedangkan Negara tetangga Malaysia , Brunai , dan Singapura di persilahkan ?. salah apakah putra dan putri Indonesia?.
Bukan kali ini saja Indonesia mendapat tempat “ special ”.
1. Di saint Thomas , HANYA warga Indoesia saja yang harus ke imigrasi , untuk cap jari dan periksa passport.
2. Di Dubrovnik (kroasia) , Indonesia lagi – lagi tak boleh turun ke port , except bayar 18 euro.
3. Dan sekarang di Le – Havre , Indoensia NOT ALLOWED go to Paris.

Keesokan harinya.
Seperti nasehat pa Abu “ Tanya crew office “ , karena aku masih mau memperjuangkan mimpiku.
“ morning “ , sapa ku kepada wanita di crew office
“ morning , may I help you ? “, jawabnya.
“ yes ,sorry , I have some question , mmm…im Indonesian , why Indonesia not allowed to go to paris ? “, Tanya ku.
“ ohh , im sorry diplomatic reason , sorry “, dengan jawaban singkat.
“ but you can go ashore if you have schangen visa “, dia melanjutkan.
“ I don’t have , can I get on board ? “, Tanya ku.
“ no , can’t “
“ so , zero tolerance , to go to paris for me ? “, Tanya ku lagi
“ yes , im sorry , next time “, jawaban yang tidak aku inginkan.
NEXT TIME ? KAPAN ?
Sekali lagi , harus kah aku menyesal menjadi warga Negara Indonesia?...mmmm….. Dia telah mengambil mimpi ku.
Tapi , sebesar apa pun kekecewaan ku , aku tetap PUTRA Indonesia ,
berbangsa SATU , bangsa Indonesia
aku tetap
berbahasa SATU , bahasa Indonesia
dan aku tetap bertanah air SATU , tanah air Indonesia.
Ini hanya masalah waktu saja untuk mencapainya.

Mengejar Mimpi

Any way , malam yang sungguh menggugah , aku tertidur sungguh lelap , bahkan aku dianugrahi mimpi yang sangatttt indah. Mimpi ku terbagi menjadi dua episode. Episode pertama , akirnya aku pulang. Aku kumpul kembali dengan keluarga. Dan kedua aku kumpul kumpul dengan teman se-permainan. Entah kenapa mimpi itu begitu sangat real. Dan ketika terbangun sungguh kesialan yang luar biasa , ternyata aku masih di sini. Jam menunjukan jam 3 pagi. Waktu yang enak untuk membuat blog , tapi aku kembali tidur.
Kringggggg…..
Entah berapa kali telepon dikamarku berbunyi , aku bingung kenapa Lorenz tidak mengangkat telpon , aku tahu itu adalah wake up call yang di setting bunyi jam 6.30 AM. Dengan terpaksa aku angkat dan aku simpan kembali gagang telponnya. Dan melanjutkan tidurku.
Kembali aku tertidur.
Beberapa menit kemudian aku terbangun. Tidak langsung turun dari tempat tidur , hanya duduk sila diatas kasur , Peregangan , aku perhatikan jam weker yang tergantung di atas meja. Actually jam wekernya hanya berdiameter 15 cm (cukup tiny winy bity).
“ itu jam berapa ya..? “, aku menyipitkan mata.
“ jam setengah tujuh ? “
Karena tidak yakin , aku ambil pager(alat komunikasi dikapal)ku . disana tertulis.
315 ELECTRIC FITTER
7.30am 15/06/09
“ HAHHHH……..SETENGAHHHHH DELAPANNNNNN “
Langsung saja mataku melihat kasur kabin mate , jangan – jangan dia ninggalin dan tidak membangunkan ku. Tapi ternyata dia juga masih tertidur lelap. Aku langsung lompat dari kasur ku yang berada di atas , sedangkan Lorenz tidur di kasur bawah.
“ wake up Lorenzo , already seven thirty “.
Tanpa memikir lagi , aku ambil seragamku yang tergantung , memakainya dengan cepat . aku ambil celana panjang yang juga sudah tergantung setiap pagi. Aku pakai dobel dengan celana training yang aku pakai tidur. Tidak terlintas sedikitpun untuk melepas celana training.
Kringggggg…….
Tiba – tiba saja telpon di kabin ku berbunyi kembali.
“ Lorenz that’s kapo(bapak dalam bahasa itali) “, aku berkata pada Lorenz
“ don’t pick up , just leave it. “ , aku melanjutkan
Lorenz hanya mengangguk , sambil cepat cepat mengenakan seragamnya.
Beberapa kali telpon bordering tidak ada yang memperdulikan. Kita hanya focus untuk cepat cepat pergi. Aku ambil sepatu ku yang ada di pojok , tak ada waktu untuk memakai kaos kaki , ikat tali sepatu dan membuka pintu.
“ Lorenzo come onnnn “
Aku lari meninggal kan Lorenzo di belakang , aku berlari dikoridor kabin – kabin deck 3 , menaiki tangga menuju deck 4 , aku berlari di gangway mengenakan sepatu tanpa kaos kaki , celana training ku yang biru terlihat “ ngample” dari seragamku , dan rambutku yang masih acak – acakan , aku 100% yakin , rambutku benar – benar ga beres. Coz aku belum keramas , aku hanya merapikan menjadi belah samping , dan dapat di bayangkan keanehannya. Belum juga aku sampai workshop , masih dalam “pelarian” menuju workshop , aku sudah di BLIP(pager my bliper). Pager ku bergetar. Menandakan aku harus segera menelepon ke nomor yang ada di pager. Tak aku pedulikan pager ku , hanya terus berlari.
Benar saja , di workshop orang – orang sudah pada datang termasuk first ETO(boss besar), hanya tinggal aku dan Lorenzo.
“ Ricky , whats up ? “, francisko bertanya pada ku. Sambil tertawa – tawa.
Sambil menghela nafas , aku tidak menjawab pertanyaan francisko , aku tahu first ETO memperhatikan ku. Aku hanya mengangkat kedua tanganku.
“ no commen “, sambil mengatur nafas
“ hehahah , where is Lorenz ? he is coming ? “ , francisko bertanya
“ yes..” , aku menjawab. First ETO terus menatap ku.
“ Ricky , you need this one for your hair “, victor menawarkan sisirnya padaku.
“ haha….no..noo….”, aku menjawab sambil merapikan rambutku.
“ Ricky , whats up ? , no alarm…“, francis kembali bertanya.
“ mmm…I don’t know…no body wake up…”, aku menjawab.
“wkakakkak…..” , francis tertawa puas.
“ no body missing..??...ok…just do public room guys..”, First ETO berkata.
Public room penjelasan singkatnya adalah kita semua rolling keliling kapal , sesuai dengan areanya masing – masing. Daerah ku adalah forward crew stairs + international cafĂ© + entrance princess theater. Tidak mud aku untuk melakukan rounds , aku hanya berdiam diri di WC untuk passenger di deck 5 , berpura – pura mencari lampu yang mati , padahal aku menghabiskan waktu plus merapikan rambutku yang acak-acakan.
After rounds , this is my plan. Of course pergi mandi.
Aku mengumpulkan job orderku , tanpa permisi ke boss besar aku pergi. Bukan kerja , tapi ke kabin.
“ bau deh kaki ku “ , berkata dalam hati , setelah kurang lebih 30 menit memakai sepatu tanpa kaos kaki.
“ aku mandi , tapi kapo bakalan blip aku ga ya ? “ , berfikir berbagai kemungkinan ketika aku mau mandi.
Membuka seragamku dikabin , celana , menaruh pager diatas meja , mengambil handuk.
“ aku bawa ke kamar mandi ga ya ? “ , aku berfikir.
“ alah bawa aja lah , susah sekali “.
Ambil sampo , sabun , dan odol.
Mandi dengan air hangat , bersuhu 33 derajat celcius. Dengan pager di bawa ke kamar mandi.
Bersabun , memakai sampo , karena rambutku yang sedikit berminyak.
“ tulalitttt……tulalittttt…….”
“ tulalitt…tulalitttt…..”
Bukan telpon kabin ku yang berbunyi , tapi pagerku berbunyi.
“ matiiiii , kapo blip “ , pikir ku , busa sampo masih lengkap dikepalaku.
Aku baca pager , tertulis 7300*28305
Yang artinya aku harus menelepon ke no 7300 dan orang yang minta di hubungi adalah 28305.
“waduhhh 305..!!!....officer ku…”
Basuh cepat – cepat sabun di seluruh badan ku , dalam hitungan detik aku beres mandi.
“ btw telpon disana , tercantum no peneleponnya ga ya ? “, aku berfikir takut. Kalau kalau telpon disana akan mencantumkan no yang menelpon. Klo mencantumkan , maka akan tercantum no kabin ku.
Dial 7300
“ hallo ricky “ , officer ku berkata.
“ yesss , kapo , whats up..? “, aku menjawab.
“ where r u ? “, dia bertanya kembali.
Matiii …harus jawab apa nihhh….pikiran sudah menjelajah kemana – mana.
“ mmm…im going to deck 11 “, jawab ku dengan penuh dusta.
Padahal aku hanya mengenakan handuk menyelimuti badanku.
“ just cek cabin C750 , there is a strange situation , some problem in bathroom “.
“ ok kapo…I will cek “, aku hanya mencatat no kabinnya. Berharap tidak ada interupsi selanjutnya.
“ where r u ? , can you came here , deck seven zone three, in front princess theater “, kapo said
Metonggggggg….metongggggg……aku bahkan belum berseragam
“ ok…..i’ll go there kapo….”, jawab ku.
Sekali lagi dalam keadaan ketergesaan.
“ ya ampunn….udah kaya bintallll “ , pikir ku.
Jadi teringat waktu dulu. Apalagi ketika bangun jam 7.30 . aku reflek saja pake paju , celana dan sepatu tanpa kaos kaki , yang penting aku sampai workshop dengan cepat. Kadang aku berfikir
“ waduhhh…..bakalan marah kaya gimana nihh kapoo…”
Yang ada dibayanganku hanya push up , sit-up dan bentakan – bentakan marah.
“ RICKYYYYY…..WHY YOUR LATEEEE “
Dan aku hanya berdiri siap.
Dan bayang – bayang itu tak bisa hilang , aku seolah tersetting untuk bergerak cepat. Atau ini dampak dari pendidikan passus yang aku dapatkan sejak junior high scholl?, maybe yes , maybe no , maybe I don’t know.
Dan aku menemui officerku setelah 10 menit berlalu , waktu yang cukup lama untuk menunggu.

Cannes

Do you know where is Cannes ?? , yess of course itu di Prancis. Kali ini kapal tidak sandar di Marseille , seperti last Cruise. Tapi tender di Cannes. Bay the way any way bus way tender artinya kapal tidak sndar di pelabuhan tapi parkir dilaut. So klo mau turun ke darat naik lifeboat.
Seperti biasa sebelum turun , aku selalu prepare kemana tujuan aku nanti , sambil menyelam minum air , sambil bekerja aku mencuri coklat , plus melihat buku – buku milik passenger. Dan sasaran ku adalah princess patter , coz di princess patter terdapat petunjuk petunjuk dimana aja tempat yang wajib di kunjungi. Dan tempat yang wajib di kunjungi ADALAH “ Theater Palais Croisette “. Aku tidak tau itu tempat apa. Tapi menurut informasi yang aku dapatkan dari sialan TV yang aku tonton tadi malam , itu adalah tempat untuk film – film festival. Ya klo di Indonesia dikenalnya dengan festival film Cannes. Nah itulah tempatnya.
Jam 12 teng. Don teman seperjuangan ku bertanya
“ Ricky , are u going out ? “
“ yess….u ? “ , I ask Don.
“ ok. Just knok my door if you ready to go. “ , Don said.
“ alright , bay the way , I don’t change my trouser “.
“ yess….ok “.

Tak beberapa lama aku menghampiri cabin Don. Dan perjalanan pun dimulai.

Seperti aku bilang , kapal Tender jadi aku Naik LifeBoat menuju daratan.



Pengalam tender itu pengalaman paling enak , coz every tender , ombak sekecil apa pun dapat sanggup menggoyahkan kapal. Seperti di kocok. Sebentar bentar penumpang bilang “ wuuuuu…..waaaaa “ , saking goyang nya.
Ga berapa lama , paling hanya 10 menit aku dan Don tiba di daratan kota Cannes. “ bonjour france “.
“ Don , where we’r going ? “ , bertanya pada Don
“ I don’t know , you have a map ?“. Jawab don
“ yes I have , but I don’t know , don’t have any idea , just walking around “. Jawab ku.
“ ok. Just walking “.
Sebentar – bentar kita berfoto ria , belum juga berjalan 2 meter . don said.
“ Ricky , come here , take my picture “
Or
“ Ricky , take my Picture with this car “
Padahal waktu kita untuk hang out hanya 30 menit , jam 1 harus sudah harus siap ke lifeboat untuk kembali kekapal untuk safety , coz aku kerja kembali jam 2.
Dan aku melupakan rencana semula untuk mengunjungi Theater Palais Croisette. Habis mau gimana lagi , aku tak tahu jelas dimana kita berada , padahal menurut peta , tak jauh dari pelabuhan. Yang ada kita hanya berjalan menyelusuri pantai. ATAU BERLARI KEHUTAN. PECAHKAN SAJA GELASNYA BIAR RAMAI. Dan benar ada yang pecah . yaitu cermin yang ada di camera ku. Ketika aku lagi mau foto dan duduk di pinggir pantai. Tiba – tiba
“ Praaakkk. , whats that Don ? “ , I ask don
“ I don’t know “
“ some thing broken in my pocket “, I said
Yess , this mirror is broken .
Aku hanya berfikir , “ hmmm….sooner or later akan pecah juga “
Sekali lagi kita berfoto ria , sambil menyelusuri jalan setapak. And you will never believe what im see.
Aku merangkul Don.
“ Don look at that “ , sambil menunjukan ke suatu sasaran nan jauh disana , sekitar 50 meter.
“ what ? “ , don mencari sasaran ku.
“ you not see ? “ , I said.
“ oww….hurry take some picture “. Don said
Yups 2 pasangan bola mata sekarang terpaku pada 1 pasang gunung gede .
“ ohh man , why like this..?? this is like in heaven.! “ , aku berkata. Padahal aku belum pernah merasakan rasanya surga.
What im see is , para wanita berjemur , yupss , itu adalah suatu hal yang biasa , seperti di Caribbean semua orang berjemur , begitu juga di open deck , banyak orang berjemur. Tapi disini berbeda , sungguh berbeda . of course , why , because mereka berjemur tanpa BH , cuman celana kolor. Tentu saja menjadi hal yang luar biasa. Do you believe?. Tete di mana – mana. Bukan cuman satu bung. Tapi BANYAK , duhh susah diungkapkan dengan kata – kata. Dan parahnya , bukan cuman ibu – ibu yang berjemur , nenek – nenek juga ada yang berjemur. Secara tidak langsung aku melihat “punya” nenek – nenek. Yaikkk…..!!.
Untuk 5 menit pertama , “adik kecil ku “ agak sedikit tergugah ALIAS PANIK IS IN THE HAW , sedikit menongolkan diri. Dasar adik kecil yang pengen tahu. Bagaimana tidak , ini pemandangan yang tidak biasa buat ku. Tapi setelah 30 menit , “ ia “ sudah kebal dengan keadaan. So dia tenang – tenang saja. Hmmm….mungkin akan aku perlihatkan 1 foto saja.



What do you thing ? , apakah itu pornografi ? , I don’t thing so . mungkin yang paling aneh buat ku adalah ketika seorang wanita berjemur tanpa BH , dan seorang pedagang topi menghampiri tu wanita dan menawarkan dagangannya. Of course tu orang yang jualan dengan sangat jelas melihat bagian depannya kan ?, dan tuh wanita cuek – cuek aja. Gelooo.
Anyway , buat ku ini sedikit surga dunia , setelah bekerja keras di dalam kapal , aku sedikit mendapatkan sedikit darah segar , udara segar. Dan alat pencuci mata yang perfect. 30 menit terasa cepat didarat. Tak kerasa harus kerja lagi. Terkejutanku tak berhenti disitu. Aku mendapatkan job order untuk mengganti lampu di Cabin Aloha 422. Entah kenapa dihari ini aku semangat sekali , tak peduli ada penumpang didalam atau tidak. Aku hanya mengetuk pintu.
“ good after noon , electrician “ , sambil mengetuk pintu.
Ga berapa lama kemudian , seorang wanita membuka pintu , masih muda terlihatnya , mengenakan kawat gigi , bersetelan berwarna kuning.
“ im sorry , I just wanna to replace your light “ , aku menjelaskan.
“ oww..ok..what light ? “ , dia bertanya.
“ dresser light “, tambah ku.
“ ok .come in “ , she said.
Seperti adat orang Indonesia , aku sedikit punten ketika mau masuk ke cabin
“ excuse me “ , lanjutku , dan aku masuk.
Belum nyampe 10 langkah , mata ku terpaku pada segumpal daging segar di atas kasur. Hanya berselimutkan celana dalam , dan BH. Dia melipatkan tubuhnya seperti orang kedinginan.
“ hai , sorry “ , aku berkata.
“ is alright “ . wanita yang terkulai lemas di kasur.
Mata ku tak bisa diam , bingung memilih , antara lampu yang aku ganti atau gadis yang terkulai lemas. Aku ganti dengan cepat , bahkan tidak aku ganti sama sekali , coz baru saja aku putar sudah menyala kembali.
“ upp…its alright now…just loose contack “, aku menatap mata wanita itu , supaya tidak menjelajah kemana mana. Padahal sungguh besar dorongan untuk melihat ke daerah yang lebih menantang. Tapi sebagai crew aku harus focus.
Entah mengapa hari ini , sungguh sungguh mendapat rejeki nomplok. Anyway mata ku kini masih sehat wallafiat. Belum terkena katarak.

Boss baru 2

Satu Cruise sudah aku menjalani kerjaan seperti ini , dan seperti yang ku bilang , bos baru = peraturan baru. Sekarang aku di pindahkan ke bagian hotel , actually kerjaan di hotel hampir tidak berhubungan dengan lampu , hanya sedikit saja. Setidaknya aku bisa menambah ilmu.

Sebelumnya aku mengalami kejadian yang sangat menyedihkan. Yaitu PINDAH KABIN. Sebenernya pindah kabin hal yang biasa , TAPI masalahnya aku pindah ke Deck 3 , awalnya aku tidur di Deck 4. Karena deck 4 kabin untuk First Electrician , secara aku hanya 2nd Elec aku di pindahkan. Ga tau kenapa sekali lagi aku meneteskan air mata , apakah aku se cengeng INI. Aku merasa turun jabatan. Dan ketika aku pindah ke deck 3 di depan kabin ku tertulis “ WELCOME RICKY BOY “ , aku sedikit terkejut , tersentuh juga sih dengan hal yang sederhana ini , ternyata mereka (electrican) yang lain care juga. Anyway lupakan kesedihan karena pindah kabin. Masih banyak keluhan keluhan yang ingin aku ungkapkan.
Seperti aku bilang tadi , sekarang aku kerja di bagian hotel. So aku tidak mengerjakan Lampu lagi. Aku menganggap ini saatnya buat ku untuk menambah pengetahuan.

Hari pertama kerja dibagian hotel , aku masih tetap bekerja mengganti lampu , soalnya aku masih belum settle dengan pekerjaannya dan aku juga belum di kasih kerjaan dengan officer. Hari berikutnya aku di beri order untuk memperbaiki power board generator.
“ whhh , mana bisa aku perbaiki ? “ , aku berkata dalam hati.
Hampir 3 jam aku bekerja hanya 1 board yang berhasil aku selesaikan , itu pun karena aku mengganti Supply board , off course it will be working. Nah masalahnya di another board sangat lama. Tapi finnaly aku berhasil to solve it.

Anyway dengan aku bekerja di bagian hotel , tetep saja menghasilkan sebuah masalah , semua berawal ketika aku di beri job oleh officer, kerjaannya sangat mudah yaitu mengganti push button , that was easy. Tapi kenyataan nya tidak semudah itu. Bukan masalah kerja tapi masalah lain , I don’t know ini masalahnya apa. Aku pun tidak mengerti.

“ Ricky , why you doing that job .? “ , Francisco bertanya pada ku.
“ why , the Officer give me the job “ , jawab ku.
“ don’t do it , that’s Officer job , you only 2nd Elec Fit “ , said Francis.
Apa ada yang mengerti apa yang harus aku kerjakan ? , seorang Officer member aku kerjaan , salah satunya melarang aku melakukan kerjaan. thats the fucking asshole.
Mereka seenaknya aja nyuru – nyuruh seorang Ricky , yang aku pikirkan hanya “ kenapa c melarang aku untuk melakukan kerjaan itu ? , apa ruginya aku melakukan itu ? “ , memang aku tidak protes ke mereka seperti itu , coz mereka “merempug “ ku , mereka bertiga berkata hal yang sama. Apakah mereka takut tersaingi? , apakah mereka takut aku mendapat promosi? , apa salahnya c membantu , tau apa yang mereka katakana pada ku.
“ hay Ricky gaji mereka udah besar , gaji kita kecil , ngapain membantu mereka “ , kata francis.
Mendengar perkataan dia aku jadi bingung. Lah apa hubungannya dengan gaji ? , toh dengan aku membantu mereka aku jadi belajar sesuatu , apakah aku menjadi rugi ?. I don’t think so.
Mungkin aku sedikit berpendapat
Hidup kita itu sebuah lingkaran , atau kita adalah sebuah lingkaran , setiap orang memiliki lingkarannya masing masing , isi atau bagian dalam dari lingkaran adalah territorial kita , setiap masalah yang terjadi di bagian dalam lingkaran PASTI dapat kita selesaikan kenapa ? sebab itu adalah territorial kita. Sebagai contoh aku kerja di bagian passenger , sudah hampir 3 bulan , so semua masalah di bagian passenger hampir bisa aku atasi , karena itu adalah territorial ku. Dan menurut ku kebanyak orang tidak berani keluar dari daerah territorial itu , mereka khawatir tidak mampu mengatasi the problem , mereka lebih memilih safety. Lebih baik steady. Masalahnya sebesar apakah jari – jari yang aku miliki ?, sebesar apakah lingkaran yang aku punya ?. semakin banyak masalah di luar lingkaran yang berhasil di pecahkan , maka menurutku otomatis lingkaran itu pun akan semakin besar. Semakin besar pula keahliannya.

Yups , prinsip itulah yang aku pegang , ini bukan masalah rugi atau tidak membantu Officer , ini juga bukan masalah aku ingin mendapatkan Promosi , yang aku inginkan hanya setelah aku pulang nanti , aku mendapatkan sesuatu yang berguna untuk pekerjaan ku selanjutnya. Selama ini otakku merasa di penjara , aku ingin berfikir , aku ini melampiaskan ilmu yang aku punya , aku ingin membebaskan ide ide gila dari jeruji jeruji penjara pekerjaan yang tidak membuat ku berfikir. Aku bahkan tidak berfikir sedikitpun ketika bekerja mengganti lampu. Bukannya ku sombong atau apa. Tapi aku pikir , setiap orang diatas 15 tahun dapat melakukannya.
Hal serupa juga di ucapkan oleh teman ku Rolando , ketika aku curhat masalah kerjaan ku yang membosankan, dia bilang
“ klo mau maju kamu harus jump…jump..jump…, jangan hanya disatu tempat “.
Dan aku setuju banget , kita harus jump , walaupun entah apa yang akan kita hadapi di depan.

Boss Baru

Bos baru = peraturan baru , sudah 1 minggu ini aku bekerja seperti kuda , di cabik setiap hari. Awalnya aku hanya bekerja di bagian passenger , sedangkan bagian Publik di pegang sama orang lain. Nah kebijakan baru itu adalah , public dan passenger di pegang oleh 1 orang. Dan aku ga gerti , maksudnya apa. Mana mungkin satu orang megang 1 kapal. This is a fucking bullshit.

Semua job order ga pernah selesai dalam satu hari , dan aku tidak pernah ngambil yang nama nya break time , selalu kerja. Di tambah yang biasanya aku tidak pernah mandi ketika bangun pagi , tapi aku sarapan dulu , siang baru mandi. Sekarang klo pagi tidak mandi , sampe sore ga mandi. Tidak ada waktu untuk mandi.

Sebenernya aku bener bener ga ngerti . kenapa c di bikin 1 orang. Apakah kita emang di paksa harus kerja keras , tidak boleh ada waktu untuk istirahat , maka itu adalah karyawan yang baik , efisiensi mencapai 100% tidak ada rugi – rugi. Sampai aku curhat ke Francisco teman filipina.

“ I wanna quit “, kata ku.

“ why.?? “,he said.

“ this is not make sense man..”, lanjut ku.

“ so , you wanna to continue your contrac ? “

“ 60% no , I cant grow up in this company “

Banyak keluhan ku pada dia.

Sebenernya apa yang aku cari disini..??

Duit?? , pengalaman kerja..??

Actually , aku tidak tahu dapet pengalaman kerja atau tidak disini. Secara kerjaan ku kebanyakan mengganti lampu , dibandingkan dengan trouble shouting. Kadang aku malu dan tidak bangga dengan kerjaan ku. Apalagi klo seorang teman bertanya kepada ku

“ kerjaannya ngapain?? “

Aku hanya menjawab mengganti lampu. Apa yang bisa di bangga kan. Aku sampai bilang ke Francisco

“ this is not about the money , this is about satisfaction “

Kemudian dia berdakwah seperti AA Gym.

“ ricky , I just want to tell u one think. Kau disini karena tuhan memberi kesempatan kepada kamu untuk berkembang , untuk memperoleh pengalam bekerja. You are lucky. Do you know?? Me , im apply to this company twice. First time im failed because I don’t have experience, I just like u , just graduated. and for the second time I pass. You know ?the office and my house about 5 km. and I walked because I don’t have any 1 pessos. Im joining when im already 34 years old. Look at you.!! You are still young. Maybe if i were you , in my age , im already rich.”

“ but its not about the money…its hard to say….it about satisfaction “, aku berkata.

“ why ? because you already rich in your country.?..im alredy feel don’t have any money “

“ nooo..no like that “ , aku memotong pembicaran dia

Dan disaat itu, tak tahu kenapa , mata ku berlinang , aku pernah merasakan tidak punya apa apa. Aku pernah merasakan berharganya 30 rebu , itu uang yang cukup besar. Bahkan sampai kuliah pun uang jajan ku hanya 15 rebu sehari. Ongkos angkot dari rumah ke statsiun 1000 , tiket kereta PP 4000 , bis dari cawang ke kampus + kampus statsiun 4000 , uang makan ku hanya 6 ribu.

“ man…!! “ banyak yang tidak kau tahu tentang ku , dalam hati.

“ don’t worry ricky , just do it. “ , dia memberi semangat.

Aku sama sekali tidak menatap dia , karena aku merasakan mataku berair.

Sampai kamar aku hanya merenung.

“ apa c yang aku cari..?? “

Hampir semua orang Indonesia di kapal ini mengeluhkan hal yang sama. Aku hanya menginget perkataan mereka.

“ gw dah ga kuat disini , ga pernah istirahat. “ , kata orang yang kerja di galley.

“ udah kaya kerja rodi disini , brengsek emang princess “, orang galley lainnya.

Kenapa ga bangga c ? , padahal aku bisa kesegala tempat , yunani , itali , prancis , spain.

Tau apa jawaban dari orang – orang Indonesia. Mereka menjawab.

“ ini bukan masalah keliling dunia , ini mengenai perasaan , lebih baik aku melihat sawah , eropa ya gini – gini aja , bangunannya tua semua. “

Dan aku sependapat dengan meraka , Eropa begini aja , mereka hanya menyajikan bangunan tua , mungkin komen ku anti klimaks dengan semangat ku ketika tiba di ponta delgada. Aku jadi teringat ketika teman ku Bimo mengunjungi Eiffel di paris , dan Roma , aku hanya bisa melihat iri dan berfikir bagaimana aku bisa kaya dia. Aku iri sekali. Tapi perasaan iri inilah yang membuat ku harus bisa mewujudkanya.