Mengejar Mimpi

Any way , malam yang sungguh menggugah , aku tertidur sungguh lelap , bahkan aku dianugrahi mimpi yang sangatttt indah. Mimpi ku terbagi menjadi dua episode. Episode pertama , akirnya aku pulang. Aku kumpul kembali dengan keluarga. Dan kedua aku kumpul kumpul dengan teman se-permainan. Entah kenapa mimpi itu begitu sangat real. Dan ketika terbangun sungguh kesialan yang luar biasa , ternyata aku masih di sini. Jam menunjukan jam 3 pagi. Waktu yang enak untuk membuat blog , tapi aku kembali tidur.
Kringggggg…..
Entah berapa kali telepon dikamarku berbunyi , aku bingung kenapa Lorenz tidak mengangkat telpon , aku tahu itu adalah wake up call yang di setting bunyi jam 6.30 AM. Dengan terpaksa aku angkat dan aku simpan kembali gagang telponnya. Dan melanjutkan tidurku.
Kembali aku tertidur.
Beberapa menit kemudian aku terbangun. Tidak langsung turun dari tempat tidur , hanya duduk sila diatas kasur , Peregangan , aku perhatikan jam weker yang tergantung di atas meja. Actually jam wekernya hanya berdiameter 15 cm (cukup tiny winy bity).
“ itu jam berapa ya..? “, aku menyipitkan mata.
“ jam setengah tujuh ? “
Karena tidak yakin , aku ambil pager(alat komunikasi dikapal)ku . disana tertulis.
315 ELECTRIC FITTER
7.30am 15/06/09
“ HAHHHH……..SETENGAHHHHH DELAPANNNNNN “
Langsung saja mataku melihat kasur kabin mate , jangan – jangan dia ninggalin dan tidak membangunkan ku. Tapi ternyata dia juga masih tertidur lelap. Aku langsung lompat dari kasur ku yang berada di atas , sedangkan Lorenz tidur di kasur bawah.
“ wake up Lorenzo , already seven thirty “.
Tanpa memikir lagi , aku ambil seragamku yang tergantung , memakainya dengan cepat . aku ambil celana panjang yang juga sudah tergantung setiap pagi. Aku pakai dobel dengan celana training yang aku pakai tidur. Tidak terlintas sedikitpun untuk melepas celana training.
Kringggggg…….
Tiba – tiba saja telpon di kabin ku berbunyi kembali.
“ Lorenz that’s kapo(bapak dalam bahasa itali) “, aku berkata pada Lorenz
“ don’t pick up , just leave it. “ , aku melanjutkan
Lorenz hanya mengangguk , sambil cepat cepat mengenakan seragamnya.
Beberapa kali telpon bordering tidak ada yang memperdulikan. Kita hanya focus untuk cepat cepat pergi. Aku ambil sepatu ku yang ada di pojok , tak ada waktu untuk memakai kaos kaki , ikat tali sepatu dan membuka pintu.
“ Lorenzo come onnnn “
Aku lari meninggal kan Lorenzo di belakang , aku berlari dikoridor kabin – kabin deck 3 , menaiki tangga menuju deck 4 , aku berlari di gangway mengenakan sepatu tanpa kaos kaki , celana training ku yang biru terlihat “ ngample” dari seragamku , dan rambutku yang masih acak – acakan , aku 100% yakin , rambutku benar – benar ga beres. Coz aku belum keramas , aku hanya merapikan menjadi belah samping , dan dapat di bayangkan keanehannya. Belum juga aku sampai workshop , masih dalam “pelarian” menuju workshop , aku sudah di BLIP(pager my bliper). Pager ku bergetar. Menandakan aku harus segera menelepon ke nomor yang ada di pager. Tak aku pedulikan pager ku , hanya terus berlari.
Benar saja , di workshop orang – orang sudah pada datang termasuk first ETO(boss besar), hanya tinggal aku dan Lorenzo.
“ Ricky , whats up ? “, francisko bertanya pada ku. Sambil tertawa – tawa.
Sambil menghela nafas , aku tidak menjawab pertanyaan francisko , aku tahu first ETO memperhatikan ku. Aku hanya mengangkat kedua tanganku.
“ no commen “, sambil mengatur nafas
“ hehahah , where is Lorenz ? he is coming ? “ , francisko bertanya
“ yes..” , aku menjawab. First ETO terus menatap ku.
“ Ricky , you need this one for your hair “, victor menawarkan sisirnya padaku.
“ haha….no..noo….”, aku menjawab sambil merapikan rambutku.
“ Ricky , whats up ? , no alarm…“, francis kembali bertanya.
“ mmm…I don’t know…no body wake up…”, aku menjawab.
“wkakakkak…..” , francis tertawa puas.
“ no body missing..??...ok…just do public room guys..”, First ETO berkata.
Public room penjelasan singkatnya adalah kita semua rolling keliling kapal , sesuai dengan areanya masing – masing. Daerah ku adalah forward crew stairs + international cafĂ© + entrance princess theater. Tidak mud aku untuk melakukan rounds , aku hanya berdiam diri di WC untuk passenger di deck 5 , berpura – pura mencari lampu yang mati , padahal aku menghabiskan waktu plus merapikan rambutku yang acak-acakan.
After rounds , this is my plan. Of course pergi mandi.
Aku mengumpulkan job orderku , tanpa permisi ke boss besar aku pergi. Bukan kerja , tapi ke kabin.
“ bau deh kaki ku “ , berkata dalam hati , setelah kurang lebih 30 menit memakai sepatu tanpa kaos kaki.
“ aku mandi , tapi kapo bakalan blip aku ga ya ? “ , berfikir berbagai kemungkinan ketika aku mau mandi.
Membuka seragamku dikabin , celana , menaruh pager diatas meja , mengambil handuk.
“ aku bawa ke kamar mandi ga ya ? “ , aku berfikir.
“ alah bawa aja lah , susah sekali “.
Ambil sampo , sabun , dan odol.
Mandi dengan air hangat , bersuhu 33 derajat celcius. Dengan pager di bawa ke kamar mandi.
Bersabun , memakai sampo , karena rambutku yang sedikit berminyak.
“ tulalitttt……tulalittttt…….”
“ tulalitt…tulalitttt…..”
Bukan telpon kabin ku yang berbunyi , tapi pagerku berbunyi.
“ matiiiii , kapo blip “ , pikir ku , busa sampo masih lengkap dikepalaku.
Aku baca pager , tertulis 7300*28305
Yang artinya aku harus menelepon ke no 7300 dan orang yang minta di hubungi adalah 28305.
“waduhhh 305..!!!....officer ku…”
Basuh cepat – cepat sabun di seluruh badan ku , dalam hitungan detik aku beres mandi.
“ btw telpon disana , tercantum no peneleponnya ga ya ? “, aku berfikir takut. Kalau kalau telpon disana akan mencantumkan no yang menelpon. Klo mencantumkan , maka akan tercantum no kabin ku.
Dial 7300
“ hallo ricky “ , officer ku berkata.
“ yesss , kapo , whats up..? “, aku menjawab.
“ where r u ? “, dia bertanya kembali.
Matiii …harus jawab apa nihhh….pikiran sudah menjelajah kemana – mana.
“ mmm…im going to deck 11 “, jawab ku dengan penuh dusta.
Padahal aku hanya mengenakan handuk menyelimuti badanku.
“ just cek cabin C750 , there is a strange situation , some problem in bathroom “.
“ ok kapo…I will cek “, aku hanya mencatat no kabinnya. Berharap tidak ada interupsi selanjutnya.
“ where r u ? , can you came here , deck seven zone three, in front princess theater “, kapo said
Metonggggggg….metongggggg……aku bahkan belum berseragam
“ ok…..i’ll go there kapo….”, jawab ku.
Sekali lagi dalam keadaan ketergesaan.
“ ya ampunn….udah kaya bintallll “ , pikir ku.
Jadi teringat waktu dulu. Apalagi ketika bangun jam 7.30 . aku reflek saja pake paju , celana dan sepatu tanpa kaos kaki , yang penting aku sampai workshop dengan cepat. Kadang aku berfikir
“ waduhhh…..bakalan marah kaya gimana nihh kapoo…”
Yang ada dibayanganku hanya push up , sit-up dan bentakan – bentakan marah.
“ RICKYYYYY…..WHY YOUR LATEEEE “
Dan aku hanya berdiri siap.
Dan bayang – bayang itu tak bisa hilang , aku seolah tersetting untuk bergerak cepat. Atau ini dampak dari pendidikan passus yang aku dapatkan sejak junior high scholl?, maybe yes , maybe no , maybe I don’t know.
Dan aku menemui officerku setelah 10 menit berlalu , waktu yang cukup lama untuk menunggu.
2 Responses
  1. imam Says:

    bagus bangat gaya penulisan blo lo...persis seorang novelis


  2. hehe....really....makasihh...sedikit tersentuh...

    senangnya ada yang memuji..

    btw dikapal ku ada seorang dokter dari malaysia.