|
One hour forward , always something like that . itu satu hal yang aku tidak suka. Jam tidurku berkurang satu jam. Besok aku tiba di Lisbon , menurutku Lisbon kota yang cukup lengkap , mengapa ? karena hampir semua tempat yang menarik jaraknya sangat dekat , seperti Monument Discovery , Belem Tower , mereka hanya terpisah kurang lebih 500 meter , dan di seberang dua bangunan itu berdiri Jeronimus Monastery. Lengkap bukan.
Percaya tidak percaya , sudah hampir 1 minggu ini aku tidak makan nasi , bukannya aku lupa dengan yang namanya nasi atau beras , tapi makanan disini tidak memungkinkan untuk makan dengan nasi. Hampir tiap malam atau lebih tepatnya tiap hari aku makan kentang , siang , sore , dan malam always kentang goreng. Klo siang hampir dipastikan makan burger , udah kaya orang kaya yaa..?? , ya begitu lah. Malam ini aku hanya makan 8 potong ayam , plus udang , ditambah kentang goreng (again and agian) , plus kopi susi , ehhh salah maksudku kopi susu.
“ gimana ? bagus ? “ , Tanya pa abu pada ku tentang Cadiz.
“ ga ahh…kecewa….hahahh ”, jawab ku.
“ sukur….rasain…” , balas pa abu.
“ apa yang bagus c ? , aneh deh bapa , waktu itu Barcelona di bilang bagus , sekarang cadiz “
“ yowes , memang beda selera “ , jawab pa Abu singkat sambil melanjutkan makan.
Memang sih , Barcelona dengan Cadiz ada beberapa kesamaan , salah satunya jalan – jalan di Cadiz tidak terbuat dari aspal , tapi dari batu atau semacam conbloc. Sebenarnya di Ponta Delgada juga seperti itu. Mungkin itu yang pa Abu suka , kesan masa lampaunya (maybe.!!).
Aku tidak kemana – mana ketika turun di Cadiz , hanya jalan – jalan saja di sekitar port , mungkin hanya 40 menit aku di luar dan masuk lagi. Kadang aku ingin merasakan pengalaman seperti ini bersama teman – teman , tidak sendirian seperti ini. Aku ingin menggila bersama teman. Walaupun ada teman Indonesia , tapi jadwal istirahat yang membatasi pertemuan kita.
“ yuu pa , dah jam 8 nih sama dengan jam 9 , tidur , tidur “ , ajak ku ke pa Abu.
“ yu….” , sambil mengetok meja dua kali , kebiasaan pa Abu ketika selesai makan.
“ ada pengumuman apa nih ? “ , mengajak pa Abu melihat papan pengumuman ketika berjalan menuju kabin.
“ hahhhh “, aku reflek .
IMPORTANT CREW NOTICE – Le Havre/PARIS
All crew are permitted to go ashore in Le-Havre – there are no restriction.
Baris selanjutnya.
HOWEVER
ONLY CREW FROM THE BELLOW MENTIONED COUNTRIES ARE ALLOWED TO LEAVE THE PORT OF LE HAVRE TO GO TO PARIS.
Tertulis berbagai Negara dari A sampai V(Venezuela)
Di baris selanjutnya.
CREW MEMBERS HOLDING MULTI ENTRY SCHENGEN VISA ARE ALSO ALLOWED
Dan disana tidak ada nama INDONESIA
“ apa – apaan nih pa ? “ , Tanya ku
“ lah mana saya tahu , Tanya aja sama crew office “. Jawab pa Abu.
“ curang banget sih , kayanya ga fair , masa cuman 5 negara yang dilarang , Indonesia , Filipina , India , Nepal sama Thailand “, aku berbicara dengan sedikit emosi.
Pa abu tidak berkomentar apa – apa. Aku hanya merobek kertas pengumuman itu dan membawanya ke kabin , untuk di tunjukan pada kabin mate ku.
“ Lorenz , you already read the board ? “ , Tanya ku pada Lorenz.
“ no , not yet , what happen ? “, jawab Lorenzo.
“ just read “, sambil memberikan selembar kertas pada Lorenzo.
“ hahahha…..its ok…just sleep “, Lorenzo said.
Oh may god , dia dengan santainya menjawab seperti itu.
“ ohh may god Lorenzo , this is my dream , go to paris , why like this ? “, aku protes.
Baru saja beberapa minggu yang lalu seorang stetroom steward memberi ku harapan(hope) , dia mengatakan kalau kita berlayar dari le – havre sekitar jam 8 malam , that’s mean jika aku ambil half day , sangat possible aku mengunjungi Eiffel. Saat itu emosi ku sangat antusias , sampai sampai apa pun kerjaan ku tidak aku pedulikan , aku jalani dengan senang , of course , coz sonner or latter I will go to paris. Tak pernah terbayangkan aku akan benar – benar kesana. Beberapa tahun yang lalu , aku membuat foto ku di Adobe photoshop berlatarkan Eiffel , sekarang sudah hampir di depan mata.
And now
MIMPIKU HILANG KARENA NAMA SUATU BANGSA
Harus kah aku menyesal manjadi warga Negara Indonesia ? , mengapa Indonesia begitu dilarang , sedangkan Negara tetangga Malaysia , Brunai , dan Singapura di persilahkan ?. salah apakah putra dan putri Indonesia?.
Bukan kali ini saja Indonesia mendapat tempat “ special ”.
1. Di saint Thomas , HANYA warga Indoesia saja yang harus ke imigrasi , untuk cap jari dan periksa passport.
2. Di Dubrovnik (kroasia) , Indonesia lagi – lagi tak boleh turun ke port , except bayar 18 euro.
3. Dan sekarang di Le – Havre , Indoensia NOT ALLOWED go to Paris.
Keesokan harinya.
Seperti nasehat pa Abu “ Tanya crew office “ , karena aku masih mau memperjuangkan mimpiku.
“ morning “ , sapa ku kepada wanita di crew office
“ morning , may I help you ? “, jawabnya.
“ yes ,sorry , I have some question , mmm…im Indonesian , why Indonesia not allowed to go to paris ? “, Tanya ku.
“ ohh , im sorry diplomatic reason , sorry “, dengan jawaban singkat.
“ but you can go ashore if you have schangen visa “, dia melanjutkan.
“ I don’t have , can I get on board ? “, Tanya ku.
“ no , can’t “
“ so , zero tolerance , to go to paris for me ? “, Tanya ku lagi
“ yes , im sorry , next time “, jawaban yang tidak aku inginkan.
NEXT TIME ? KAPAN ?
Sekali lagi , harus kah aku menyesal menjadi warga Negara Indonesia?...mmmm….. Dia telah mengambil mimpi ku.
Tapi , sebesar apa pun kekecewaan ku , aku tetap PUTRA Indonesia ,
berbangsa SATU , bangsa Indonesia
aku tetap
berbahasa SATU , bahasa Indonesia
dan aku tetap bertanah air SATU , tanah air Indonesia.
Ini hanya masalah waktu saja untuk mencapainya.
Percaya tidak percaya , sudah hampir 1 minggu ini aku tidak makan nasi , bukannya aku lupa dengan yang namanya nasi atau beras , tapi makanan disini tidak memungkinkan untuk makan dengan nasi. Hampir tiap malam atau lebih tepatnya tiap hari aku makan kentang , siang , sore , dan malam always kentang goreng. Klo siang hampir dipastikan makan burger , udah kaya orang kaya yaa..?? , ya begitu lah. Malam ini aku hanya makan 8 potong ayam , plus udang , ditambah kentang goreng (again and agian) , plus kopi susi , ehhh salah maksudku kopi susu.
“ gimana ? bagus ? “ , Tanya pa abu pada ku tentang Cadiz.
“ ga ahh…kecewa….hahahh ”, jawab ku.
“ sukur….rasain…” , balas pa abu.
“ apa yang bagus c ? , aneh deh bapa , waktu itu Barcelona di bilang bagus , sekarang cadiz “
“ yowes , memang beda selera “ , jawab pa Abu singkat sambil melanjutkan makan.
Memang sih , Barcelona dengan Cadiz ada beberapa kesamaan , salah satunya jalan – jalan di Cadiz tidak terbuat dari aspal , tapi dari batu atau semacam conbloc. Sebenarnya di Ponta Delgada juga seperti itu. Mungkin itu yang pa Abu suka , kesan masa lampaunya (maybe.!!).
Aku tidak kemana – mana ketika turun di Cadiz , hanya jalan – jalan saja di sekitar port , mungkin hanya 40 menit aku di luar dan masuk lagi. Kadang aku ingin merasakan pengalaman seperti ini bersama teman – teman , tidak sendirian seperti ini. Aku ingin menggila bersama teman. Walaupun ada teman Indonesia , tapi jadwal istirahat yang membatasi pertemuan kita.
“ yuu pa , dah jam 8 nih sama dengan jam 9 , tidur , tidur “ , ajak ku ke pa Abu.
“ yu….” , sambil mengetok meja dua kali , kebiasaan pa Abu ketika selesai makan.
“ ada pengumuman apa nih ? “ , mengajak pa Abu melihat papan pengumuman ketika berjalan menuju kabin.
“ hahhhh “, aku reflek .
IMPORTANT CREW NOTICE – Le Havre/PARIS
All crew are permitted to go ashore in Le-Havre – there are no restriction.
Baris selanjutnya.
HOWEVER
ONLY CREW FROM THE BELLOW MENTIONED COUNTRIES ARE ALLOWED TO LEAVE THE PORT OF LE HAVRE TO GO TO PARIS.
Tertulis berbagai Negara dari A sampai V(Venezuela)
Di baris selanjutnya.
CREW MEMBERS HOLDING MULTI ENTRY SCHENGEN VISA ARE ALSO ALLOWED
Dan disana tidak ada nama INDONESIA
“ apa – apaan nih pa ? “ , Tanya ku
“ lah mana saya tahu , Tanya aja sama crew office “. Jawab pa Abu.
“ curang banget sih , kayanya ga fair , masa cuman 5 negara yang dilarang , Indonesia , Filipina , India , Nepal sama Thailand “, aku berbicara dengan sedikit emosi.
Pa abu tidak berkomentar apa – apa. Aku hanya merobek kertas pengumuman itu dan membawanya ke kabin , untuk di tunjukan pada kabin mate ku.
“ Lorenz , you already read the board ? “ , Tanya ku pada Lorenz.
“ no , not yet , what happen ? “, jawab Lorenzo.
“ just read “, sambil memberikan selembar kertas pada Lorenzo.
“ hahahha…..its ok…just sleep “, Lorenzo said.
Oh may god , dia dengan santainya menjawab seperti itu.
“ ohh may god Lorenzo , this is my dream , go to paris , why like this ? “, aku protes.
Baru saja beberapa minggu yang lalu seorang stetroom steward memberi ku harapan(hope) , dia mengatakan kalau kita berlayar dari le – havre sekitar jam 8 malam , that’s mean jika aku ambil half day , sangat possible aku mengunjungi Eiffel. Saat itu emosi ku sangat antusias , sampai sampai apa pun kerjaan ku tidak aku pedulikan , aku jalani dengan senang , of course , coz sonner or latter I will go to paris. Tak pernah terbayangkan aku akan benar – benar kesana. Beberapa tahun yang lalu , aku membuat foto ku di Adobe photoshop berlatarkan Eiffel , sekarang sudah hampir di depan mata.
And now
MIMPIKU HILANG KARENA NAMA SUATU BANGSA
Harus kah aku menyesal manjadi warga Negara Indonesia ? , mengapa Indonesia begitu dilarang , sedangkan Negara tetangga Malaysia , Brunai , dan Singapura di persilahkan ?. salah apakah putra dan putri Indonesia?.
Bukan kali ini saja Indonesia mendapat tempat “ special ”.
1. Di saint Thomas , HANYA warga Indoesia saja yang harus ke imigrasi , untuk cap jari dan periksa passport.
2. Di Dubrovnik (kroasia) , Indonesia lagi – lagi tak boleh turun ke port , except bayar 18 euro.
3. Dan sekarang di Le – Havre , Indoensia NOT ALLOWED go to Paris.
Keesokan harinya.
Seperti nasehat pa Abu “ Tanya crew office “ , karena aku masih mau memperjuangkan mimpiku.
“ morning “ , sapa ku kepada wanita di crew office
“ morning , may I help you ? “, jawabnya.
“ yes ,sorry , I have some question , mmm…im Indonesian , why Indonesia not allowed to go to paris ? “, Tanya ku.
“ ohh , im sorry diplomatic reason , sorry “, dengan jawaban singkat.
“ but you can go ashore if you have schangen visa “, dia melanjutkan.
“ I don’t have , can I get on board ? “, Tanya ku.
“ no , can’t “
“ so , zero tolerance , to go to paris for me ? “, Tanya ku lagi
“ yes , im sorry , next time “, jawaban yang tidak aku inginkan.
NEXT TIME ? KAPAN ?
Sekali lagi , harus kah aku menyesal menjadi warga Negara Indonesia?...mmmm….. Dia telah mengambil mimpi ku.
Tapi , sebesar apa pun kekecewaan ku , aku tetap PUTRA Indonesia ,
berbangsa SATU , bangsa Indonesia
aku tetap
berbahasa SATU , bahasa Indonesia
dan aku tetap bertanah air SATU , tanah air Indonesia.
Ini hanya masalah waktu saja untuk mencapainya.
.jpg)
hi..blog walking...
hai juga Qaseh...
salam berkenalan...dari sang preman