DOHA

6 jam perjalanan dari Singapore , aku tiba di Doha jam 4 pagi , suhu di luar pesawat mencapai 17 derajat celcius , suhu yang cukup dingin buat ku. Inilah pertama kalinya aku merasakan dingin yang real , tidak seperti di puncak gunung mas. Aku hanya mengenakan jaket pemberian kakak ku , aku dan Beka mulai merasakan dinginnya udara Doha. Dengan langkah cepat kami beranjak masuk ke dalam bandara karena pori pori kulit kita sudah tak sanggup lagi menahan sentuhan dingin. Perjalanan ku selanjutnya menuju bandara JFK (John F Kennedy) New York , transit selama 4 jam , waktu yang cukup untuk beristirahat.
Tak banyak juga yang kita lakukan , kita mencoba browsing dengan Laptop milik Beka , mencoba mengabari orang rumah kalau kita udah sampai di Doha. Beka akan melanjutkan perjalanan ke Berlin. Disini kita ketemu teman - teman kita dari Indonesia , kebanyakan dari mereka akan melanjutkan kuliah di jerman , kira - kira 8 orang. Mereka dengan semangat menanti taksi raksasa yang akan mengantar mereka ke Berlin , mereka dengan antusias berganti pakaian yang lebih tebal mempersiapkan diri dengan suhu Berlin yang ganas minus derajat celcius , Beka ikut mempersiapkan diri . disini mental ku jatuh.
" Aku akan sendirian " dalam hati ku berbicara
"Beka akan pergi dengan teman teman baru , kita akan berpisah , aku sebatang kara menuju negara orang , sekarang aku berfikir kalo negara kita adalah negara yang PALING nyaman buat kita"
Walaupun pertemuan ku dengan Beka baru saja terjadi di Singapore , tapi aku merasa kehilangan teman.
"Bro , aku berangkat sekarang , sampai ketemu , sukses" kata Beka
dia berangkat lebih awal dari pada jadwal ku
"iya , semangat semangat "
kita salaman , dan berpelukan
"semangat , jangan menyerah , harus sampai negara tujuan...jangan sedih..." sambil menggenggam tangannya , dia tahu mataku sudah berkaca - kaca
" iya " aku tersenyum
Sesungguhnya dalam hati , aku menangis , aku ga sanggup dengan ini , aku merasa lemah , sanggup kah aku survive dinegara orang. Bukan karena kualitas kerja ku , tapi karena culture kita yang berbeda , komunikasi yang berbeda.
Beka sudah pergi , kini aku sendiri , aku menuju terminalku di pojok bandara , jalan perlahan menahan air mata keluar dari mata ku. aku terus berjalan.
" aku harus survive…..AKU HARUS SURVIVE…!!" memberi semangat ke diri ku sendiri
Didalam keadaan seperti ini , tiba tiba saja dihadapanku berdiri seseorang dari Indonesia , mungkin istilah dunia itu kecil memang benar , aku bertemu dengan my english teacher di TBI , Werren (Wuz).
"Wuzz..?? how are you ? do you remember me?
"oww..yaa....where are you going.?"
" im going to NY , u ?"

Wuz ternyata mau pindah selamanya dari Indonesia , ia ingin tinggal di Inggris , tak berapa lama kemudian istri Wuz datang , dia adalah orang Indonesia , aku bercerita dengan istrinya
" kamu mau kemana ? dimana kenal warren ?"
" ke NY , mau kerja , Wuz guru TBI saya "
"ooo...."
"Saya senang lohh bu ketemu orang Indonesia di negara orang , rasanya seperti keluarga"
sambil tersenyum lemah
" Ibu kapan balik lagi ke Indonesia " aku melanjutkan pertanyaan
Mungkin itu adalah pertanyaan yang salah , sebab pertanyaan itu membuat ibu itu menangis
" Jangan kamu ingatkan saya lagi dengan Indonesia , mungkin saya tidak akan balik lagi "
setetes demi setetes air mata ibu itu keluar dari kelopak matanya
" Saya udah dari kecil tinggal disana , orang tua saya di sana , dan sekarang saya mau pindah , berat meninggalkan orang tua disana "
Melihat semua itu , aku pun sedih , aku juga akan lama meninggalkan keluarga dan rumah.
" Kamu mau kerja dimana ? " tanya Wuz
" di Cruise "
" Sebagai apa ? "
" Electrician "
" Wah , bagus tuh...saya juga mau melanjutkan kuliah saya elektro....thats a good job "
Walaupun Wuz sudah memuji - muji itu adalah pekerjaan yang baik , tapi hati ku tetap dingin , membeku , pikiran ku pun tak berjalan dengan normal , kosong . aku hanya mengikuti arus yang terjadi di sekitar ku , menggerakan badan ku.
" Wuz , saya butuh masukan , apa yang harus saya lakukan sekarang ? "
Ini adalah pertanyaan paling konyol yang pernah aku keluarkan , aku sudah berada dalam perjalanan dan aku tak tahu harus ngapain
" Kenapa kamu bingung , itu pekerjaan yang bagus , memang agak berat meninggalkan keluarga , seperti istri saya juga berat meninggalkan keluarganya , tapi kamu harus hadapin semua itu , ini pilihan kamu untuk berangkat atau disuruh keluarga ?"
" Pilihan saya "
" Ya , karena ini pilihan kamu , hadipilah , saya yakin kamu bisa kok , dont worry ...."
Jadi teringat doa yang aku panjatkan ketika aku lagi seleksi untuk penerimaan kerja di Cruise , aku memanjatkan doa
" Inilah pilihan saya , restuilah saya kerja disini , bantulah saya untuk diterima kerja disini , engkau (Tuhan) yang menjalankan saya , engkau pula yang menjalankan PRINSIPAL , hanya kepada engkau saya memohon dan kepada engkau saya bersembah. Amin "
Sekarang aku sudah dalam perjalanan menuju Cruise . aku sudah menginjakan kaki di Doha , apa lagi yang saya ragukan.
" Thanks for your advice Wuz "
Kita pun berpisah , saling bersalaman dengan erat, aku kembali berjalan menuju terminal pesawat ku untuk melanjutkan perjalanan ke bandara John F Kennedy , New York.

Changi Air Port

Jujur, tidak tahu apa yang harus aku ungkapkan , kini aku duduk termangu memandang keluar jendela , pesawat pesawat parkir diluar sana , di dalam bangunan itu , keluarga ku mengantarku pergi , Mama , Papa , Teteh , Sendi , Linda dan Irene , antara sedih dan senang sangat fuzzy. didepan ku terdapat TV kecil berukuran kurang lebih 9 inci , dan aku mulai tidak nyaman , suara mesin pesawat sangat asing buat ku , sangat gaduh . Saat saat take off adalah saat yang paling menakutkan . seperti bom Bali yang meledak disebelah telinga ku.

Aku pergi INDONESIA.

Pesawat ku akan berangkat menuju Changi Air Port Singapura untuk transit . Inilah perjalanan terbang pertama ku.."Sinting"......melihat keluar jendela , lampu lampu dari gedung gedung menghiasi pemandangan kota jakarta , semakin lama kota jakarta seperti bintang bertaburan cahaya, bersinar yang menandakan aku semakin jauh meninggalkan negara ku , melihat kesekeliling , dan aku perhatikan ada seseorang pria botak dengan santai tidur , memakai penutup mata , plus mendengarkan music dari TV pesawat.

" bagaimana bisa keadaan seperti ini tidur dengan santai?"

Badan ku terasa pegal , bingung , bagaimana menurunkan tempat duduk yang sangat tegak ini , tangan ku merogoh rogoh ke bawah kursi , tidak di temukan sebatang tuas satu pun. Di samping kursi , tetap tak ku temukan , aku seperti orang tolol yang duduk 90 derajat persis siku – siku. Di lengan tempat duduk ku memang terdapat beberapa tombol , tapi aku tidak berani menekan satu tombol pun , takut takut salah pencet. Tapi lama - lama aku perhatikan seperti remote TV , aku pencet satu satu dan saluran TV berubah , ternyata itu remote TV.

Ada satu tombol besar disana tombol lingkaran yang belum aku sentuh , terus di perhartikan , tombol itu tidak beranjak dari tempatnya . memberanikan diri untuk memencet , tiba - tiba tempat duduk ku berubah posisi , aku tekan kembali , tempat duduk ku berubah kembali .

"waahhhh...ternyata inilah tombol ajaibnya.."

Dan sekarang aku memiliki another trouble , aku mendapatkan wireless ,dan aku tak tahu gimana cara mengunakan benda ini , aku perhatikan di TV mungil ini tidak ada "jack" untuk mencolokan wireless ini. "jack" yang satu ini sangat aneh , kakinya ada 3, seperti transistor , tetapi jarak antar kaki sama , membentuk segitiga sama sisi . aku meraba - raba dibawah TV tidak ada , TAPI di kursi lengan kiri ada 3 buah lubang , pelan - pelan aku masukan , tarik lagi keluar , aku masukan lagi pelan pelan , aku tarik lagi perlahan...ahhh....akirnya masuk juga.

"inilah lubang ajaib satunya".

Mungkin aku lah manusia paling norak di pesawat itu. untung nya aku duduk sendirian , tempat duduk di sebelahku kosong , bila tidak pasti berfikiran

"heh...orang dari desa mana?"

Perjalanan dari jakarta ke singapura hanya memakan waktu 1 jam dan meminum 1 gelas mineral water, hanya dalam satu kedipan mata aku sudah berada di negara orang , aku turun , dan mulai berfikir

"aku sendirian..??....dimana ini..?? "

aku masih tak percaya dimana aku berada , bukan karena aku belum pernah ke Singapur , tapi NGAPAIN AKU DISINI.??

"Indonesia..??"

tiba - tiba saja seorang laki laki botak menegur ku

"iya , mas mau kemana ? transit juga?"

"iya , mau ke Doha" .kata pria botak itu

"ohh...ke arah mana ya? kesana bukan ?"

“iya sepertinya , kita kesana aja"

"Beka" menawarkan tangannya

“saya Ricky " kita saling bersalaman

kita pun saling bercerita , saling share , ternyata dia adalah calon mahasiswa S2 di jerman , sempat kerja beberapa tahun , dan niat untuk kuliah kembali , selesai kuliah nanti berniat akan menikahi pacarnya. berbeda dengan aku , tak punya kekasih , dan tak tahu kapan nikah.

Hanya beberapa menit saja kita transit ,tak sempat tidur , hanya sempat berselonjor kaki dan foto foto , kita pun melanjutkan perjalanan , kembali naik ke pesawat , naik pesawat yang sama , tempat duduk yang sama , dan kini desebelah ku tidak kosong , sudah berisikan segumpal daging berwarna HITAM...seorang bapak bapak negro . Aku perhatikan ternyata orang yang tidur dengan santai plus mendengarkan musik , itu adalah orang Indonesia . Beka.