Miami Face

Sampai sudah aku di Miami , aku jadi teringat sebuah film di waktu aku masih kecil judulnya Miami Vace. But I totally lupa itu film tentang apa. Jam tangan ku sekarang menunjukan jam 12 malam , telat 1 jam dari jadwal seharusnya. Aku memperhitungkan akan tidur minimal 4 jam , karena jam 11 malam nyampe air port dan jam 12 sampe hotel dan jam 7 pagi sudah di jemput. Kenyataannya jam 12 malam baru nyampe.
Berjalan menuju terminal luggage , menanti dengan sabar koper ku , banyak agen agen dari kapal pesiar yang menjemput para crewnya , dimana mana bertuliskan
“ for Selebrity crew….or…Holland American”
Ga ada sama sekali yang dari Princess , tega juga yak klo di pikir pikir , seperti domba yang dilepas begitu aja…”sudah sana menggembala kenegara orang”…padahal kita tidak tahu keadaannya seperti apa di luar sana.
Hampir 1 jam aku menunggu koper. Di tas ku masih ada satu surat lagi , yaitu satu surat untuk menginap di hotel Gundham. Tapi bener deh , ini parah sekali , aku tidak tahu harus kemana. Disurat ini cumin di kasih sebuah cerita atau langkah2 menuju hotel.
1. Tunggu Bis shuttle hotel gundham di luar air port
2. Tunjukan surat ini, untuk mendapatkan kunci kamar
3. Jam 7 pagi kalian akan di jemput untuk dibawa ke kapal.
Kira kira seperti itu. Untuk melakukan langkah pertama aja aku sudah kaya orang nyasar. Aku keluar air port , suhu lumayan dingin , jam 12 malem , pagi pagi buta , aku menunggu seperti aku menunggu bis P6 jurusan cawing UKI di depan komdak. Di tangan kiri ku aku seret semua pakaian , celana dalam , sepatu semua di tumpuk dalam satu koper , di punggung aku gemblok tas ransel berisikan dokumen dokumen passport , ijasah , serta sertifikat serifikat training. Aku sudah seperti turis , hanya berdiri , kadang aku tidurkan koperku dan aku duduk di atas koperku sambil menatap langit yang hitam , aku mencari rasi bintang , rasi bintang yang sering aku lihat di depan kamar ku di rumah , ternyata ga ada . Mungkin berada di sisi lain.
Lama menunggu , tak ada shuttle yang lewat , aku beranjak berdiri menghampiri security.
“ Im sorry sir , is there any shuttle to Gundham ? ”, bertanya pada security
“ Yes , just wait a minutes “
“ ok , thanks “
Dalam hati , gelo suruh nunggu , kapan aku tidurnya…!!
Dengan sabar aku menunggu , Beberapa menit kemudian emang dateng juga sih shuttlenya , tapi badan sudah sangat lelah. Aku masukan koper ke bagasi bis, lalu duduk di paling belakang shuttle bis. LETS GO TO THE HOTEL.
Selama perjalan aku antara sadar dan tak sadar , hampir 24 jam aku tidak tidur , di pesawat aku mana bisa tidur , suara mesin pesawat yang sangat asing buat ku di tambah selalu duduk , pantat panas , kuping panas , totally burning. Sangat capek.
Tiba di Hotel , aku memberikan surat terakhirku kepada resepsionis , dan dia memberiku kunci kamar. Sialannya , kuncinya berupa kartu. Aku menaiki lift menuju kamar ku di lantai 6 , mencari no kamar , aku temukan di sebelah kiri. Aku melihat lihat dimana lubang kuncinya.?? Sialan kuncinya beda. Aku mencoba gesek gesek tapi kok pintu tetep tidak ke buka. Aku perhatikan baik baik pintu itu , itu pintu biasa saja , tapi kuncinya yang luar biasa , aku gesek kembali , aku tarik gagang pintu , tetapi tetap keras untuk di buka. Aku mundar mandir di depan kamar hotel mengharapkan ada seseorang yang bisa memberitahu gimana caranya. Aku berfikir untuk bertanya saja pada reseptionis. TAPIIII….APA GA MALU.!!!...begini aja ga bisa buka….Aku coba kembali , SRETTTT…..tarik gagang pintu….CLETUKKK….pintu terbuka….waaa….
Perhatikan seluruh ini kamar sangat gelap , aku berencana untuk mandi terus tidur , belum aku nyalakan lampu aku tersadar bahwa diatas kasur terbaring sebongkah daging , ternyata aku tidak sendirian. Aku menyalakan lampu dekat kamar mandi untuk mendapatkan sedikit penerangan , seseorang dengan nyenyak sudah tertidur , tapi nampaknya bukan cuman 1 orang , melainkan 2 orang… BENCANA…
“ aku tidur dimana..?? “ , dalam hati berbicara.
“ apakah emang seperti ini , 1 kamar 3 orang ? “
Dua orang sudah tidur , dan satu lagi sedang berdiri mencari tempat tidur , gimana lagi , aku memutuskan untuk tidur dikursi. Dan apa yang aku temukan di kursi , 1 set CD , bukan Compac Disc melainkan CELANA DALAM + 1 celana panjang jeans. Langsung saja ku palingkan kepala ku kepada daging segar di atas kasur.
“ HAHHH…dia ga pake kolorrr…?? , matiii…”
Aku geleng gelengkan kepala berniat membuang lamunan buruk ku tentang sebongkah daging kecil di antara dua selangkangan. Aku hanya memindahkan celana itu ketempat lain dan aku tidur dikursi , di kursi bekas celana dalam itu berada. Gut Nite Miami.
Early in the morning , hampir di pastikan aku tidak tertidur , hanya terlelap. Mandi juga hanya membasuh tangan dan kaki plus gosok gigi. Berpakaian sama seperti waktu datang alias tidak ganti baju. Aku langsung turun ke Atrium hotel , karena jam sudah menunjukan jam 7, menandakan brifing sudah dimulai. Ternyata banyak juga orang yang menginap disana , tapi tidak semua crew Crown Princess , terbagi bagi menjadi beberapa crew , ada yang Emerald Princess dan lain lain. Satu persatu nama di panggil untuk melanjutkan perjalanan ke Port Lauderdale menggunakan Shuttle airport.
Dalam perjalanan aku hanya diam menikmati perjalan yang super sinting , kok bisa aku kesini , berjalan di atas aspal MIAMI , memperhatikan tiang tiang penunjuk jalan yang sekarang totally dalam bahasa inggris. Jalan bukan lagi BOGOR , JAKARTA ,melainkan BOULEVARD , FLORIDA. Dari kejauhan setelah kira kira 20 perjalanan terlihat hotel raksasa berwarna biru , berlambangkan rambut wanita tertiup angin , seperti lambing cat rambut wella , tapi ini berwarna biru , its really excited , ternyata kapalnya keren bunggg….thats my ship..??..ohhh god…semakin dekat jantung ku semakin berdebar , semakin mendekat jantung ku semakin ga karuan , siapkah aku?.
Aku turun dari shuttle , memperhatikan sang Hotel berjalan.
NOW IM HERE……mempertangung jawabkan hasil penyelaksian yang telah terjadi.

0 Responses