PONTA DELGADA

Good morning eropppaaaaa……

Finally after 6 days in the sea we arrived in ponda delgada save and sound. Aku terbangun jam 6 pagi , lansung mandi , pake sepatu + minyak wangi dan pergi untuk sarapan. Pagi ini sunggu beda , crew mess benar benar sepi , mungkin hanya ada 6 orang , “ kemana orang orang “ pikir ku.

Mengambil 2 butir telur rebus dan 3 buah roti plus 1 gelas kopi susu , begitu lah sarapan ku setiap pagi , aku tak pernah makan nasi di pagi hari , bukan aku lupa dengan tradisi Indonesia , tapi makanan di pagi hari selalu membuatku kehilangan apetite , selain itu kadang kadang membuat perut ku pengen PUP terus , sungguh merepotkan.

Show time , aku yakin kita sudah sampai di ponta delgada karena menurut jadwal kita tiba jam 7 pagi . menaiki lift menuju tempat favorite ku deck 17 aft.

Open the door , aku melihat cahaya daratan , dimana mana lampu bersinar di kejauhan , udara juga sangat dinginn. Cahaya dari rumah , toko atau kantor tersebut mengingatkan ku ketika aku berangkat dari Jakarta menuju singapura , ketika aku meninggalkan Indonesia. Sedih juga mengingat masa masa itu.

Dengan antusias aku menaiki tangga menuju deck 17. Namun baru beranjak 3 anak tangga , aku berhenti melangkah , jantung ku tiba tiba bergetar dengan cepat , mata ku tertuju pada sesosok pria berjubah putih di atas sana. Pria itu berjengggot cukup panjang , seperti jenggot orang judish , dia mengenakan pakaian seperti biarawan sion , mirip seperti itu , semua putih , di pingangnya bukan seperti ikat pinggang biasa yang kita pakai , lebih terlihat seperti rope berwarna putih. Yang aku tahu pakaian biarawan sion berwarna coklat , tapi mungkin salah. Aku tak tahu apa yang ia lakukan , ia hanya menatap kearah daratan. Aku tak melanjutkan menaiki anak tanggal , bergegas aku turun kembali dan masuk ke dalam.

“ hay dari mana ?, makan dulu..!! “, tiba tiba saja pak abu nanya pada ku

“ dari open deck , nyobain udara dingin , udah makan tadi “, jawab ku.

“ widihhh cepet amat , baru jam segini “ , pa abu menambakan.

“ jam berapa emang sekarang pak “

“ jam 7 “

Aku hanya tercengang

“ hah jam 7 ? …emang ga maju 1 jam.?? “, kembali aku bertanya..

“ engga…besok baru maju lagi..”

Kini aku sadari , kenapa di crew mess ketika aku sarapan tadi begitu sepi , jelas saja , aku sarapan jam setengah enam. Kambinggg….
Jam 12 siang aku turun ke darat , kesan pertama , this is the fucking weather , orang bojong ke eropa ? , jelas saja kedinginan. Padahal matahari dengan terus terang berada di atas , tidak bersembunyi di balik awan , tapi angin nya itu loohhh yang ga tahan…dinginn.

Sekali lagi bila di bandingkan dengan Caribbean , disini sungguh gottic , bangunan disini berdiri sejak 17 century ada juga yang 18 century, jalan rayanya pun berbeda , tidak menggunakan aspal , semua konblok berwarna hitam. Pantas saja kang aldo betah di belanda , karena aku pernah bertanya pada aldo , sudah berapa lama di belanda , dia menjawab hampir satu tahun , dan dia masih betah betah saja. Emang pantas.

Apa lagi yang harus aku ceritakan , aku kehilangan kata kata , aku hanya berdiri didepan bangunan yang mirip dengan bigben di inggris. Aku merentangkan tangan. Di tangan kiri ku genggam peta kota ponta delgada. IM FREE…


0 Responses