Boss baru 2

Satu Cruise sudah aku menjalani kerjaan seperti ini , dan seperti yang ku bilang , bos baru = peraturan baru. Sekarang aku di pindahkan ke bagian hotel , actually kerjaan di hotel hampir tidak berhubungan dengan lampu , hanya sedikit saja. Setidaknya aku bisa menambah ilmu.

Sebelumnya aku mengalami kejadian yang sangat menyedihkan. Yaitu PINDAH KABIN. Sebenernya pindah kabin hal yang biasa , TAPI masalahnya aku pindah ke Deck 3 , awalnya aku tidur di Deck 4. Karena deck 4 kabin untuk First Electrician , secara aku hanya 2nd Elec aku di pindahkan. Ga tau kenapa sekali lagi aku meneteskan air mata , apakah aku se cengeng INI. Aku merasa turun jabatan. Dan ketika aku pindah ke deck 3 di depan kabin ku tertulis “ WELCOME RICKY BOY “ , aku sedikit terkejut , tersentuh juga sih dengan hal yang sederhana ini , ternyata mereka (electrican) yang lain care juga. Anyway lupakan kesedihan karena pindah kabin. Masih banyak keluhan keluhan yang ingin aku ungkapkan.
Seperti aku bilang tadi , sekarang aku kerja di bagian hotel. So aku tidak mengerjakan Lampu lagi. Aku menganggap ini saatnya buat ku untuk menambah pengetahuan.

Hari pertama kerja dibagian hotel , aku masih tetap bekerja mengganti lampu , soalnya aku masih belum settle dengan pekerjaannya dan aku juga belum di kasih kerjaan dengan officer. Hari berikutnya aku di beri order untuk memperbaiki power board generator.
“ whhh , mana bisa aku perbaiki ? “ , aku berkata dalam hati.
Hampir 3 jam aku bekerja hanya 1 board yang berhasil aku selesaikan , itu pun karena aku mengganti Supply board , off course it will be working. Nah masalahnya di another board sangat lama. Tapi finnaly aku berhasil to solve it.

Anyway dengan aku bekerja di bagian hotel , tetep saja menghasilkan sebuah masalah , semua berawal ketika aku di beri job oleh officer, kerjaannya sangat mudah yaitu mengganti push button , that was easy. Tapi kenyataan nya tidak semudah itu. Bukan masalah kerja tapi masalah lain , I don’t know ini masalahnya apa. Aku pun tidak mengerti.

“ Ricky , why you doing that job .? “ , Francisco bertanya pada ku.
“ why , the Officer give me the job “ , jawab ku.
“ don’t do it , that’s Officer job , you only 2nd Elec Fit “ , said Francis.
Apa ada yang mengerti apa yang harus aku kerjakan ? , seorang Officer member aku kerjaan , salah satunya melarang aku melakukan kerjaan. thats the fucking asshole.
Mereka seenaknya aja nyuru – nyuruh seorang Ricky , yang aku pikirkan hanya “ kenapa c melarang aku untuk melakukan kerjaan itu ? , apa ruginya aku melakukan itu ? “ , memang aku tidak protes ke mereka seperti itu , coz mereka “merempug “ ku , mereka bertiga berkata hal yang sama. Apakah mereka takut tersaingi? , apakah mereka takut aku mendapat promosi? , apa salahnya c membantu , tau apa yang mereka katakana pada ku.
“ hay Ricky gaji mereka udah besar , gaji kita kecil , ngapain membantu mereka “ , kata francis.
Mendengar perkataan dia aku jadi bingung. Lah apa hubungannya dengan gaji ? , toh dengan aku membantu mereka aku jadi belajar sesuatu , apakah aku menjadi rugi ?. I don’t think so.
Mungkin aku sedikit berpendapat
Hidup kita itu sebuah lingkaran , atau kita adalah sebuah lingkaran , setiap orang memiliki lingkarannya masing masing , isi atau bagian dalam dari lingkaran adalah territorial kita , setiap masalah yang terjadi di bagian dalam lingkaran PASTI dapat kita selesaikan kenapa ? sebab itu adalah territorial kita. Sebagai contoh aku kerja di bagian passenger , sudah hampir 3 bulan , so semua masalah di bagian passenger hampir bisa aku atasi , karena itu adalah territorial ku. Dan menurut ku kebanyak orang tidak berani keluar dari daerah territorial itu , mereka khawatir tidak mampu mengatasi the problem , mereka lebih memilih safety. Lebih baik steady. Masalahnya sebesar apakah jari – jari yang aku miliki ?, sebesar apakah lingkaran yang aku punya ?. semakin banyak masalah di luar lingkaran yang berhasil di pecahkan , maka menurutku otomatis lingkaran itu pun akan semakin besar. Semakin besar pula keahliannya.

Yups , prinsip itulah yang aku pegang , ini bukan masalah rugi atau tidak membantu Officer , ini juga bukan masalah aku ingin mendapatkan Promosi , yang aku inginkan hanya setelah aku pulang nanti , aku mendapatkan sesuatu yang berguna untuk pekerjaan ku selanjutnya. Selama ini otakku merasa di penjara , aku ingin berfikir , aku ini melampiaskan ilmu yang aku punya , aku ingin membebaskan ide ide gila dari jeruji jeruji penjara pekerjaan yang tidak membuat ku berfikir. Aku bahkan tidak berfikir sedikitpun ketika bekerja mengganti lampu. Bukannya ku sombong atau apa. Tapi aku pikir , setiap orang diatas 15 tahun dapat melakukannya.
Hal serupa juga di ucapkan oleh teman ku Rolando , ketika aku curhat masalah kerjaan ku yang membosankan, dia bilang
“ klo mau maju kamu harus jump…jump..jump…, jangan hanya disatu tempat “.
Dan aku setuju banget , kita harus jump , walaupun entah apa yang akan kita hadapi di depan.

Boss Baru

Bos baru = peraturan baru , sudah 1 minggu ini aku bekerja seperti kuda , di cabik setiap hari. Awalnya aku hanya bekerja di bagian passenger , sedangkan bagian Publik di pegang sama orang lain. Nah kebijakan baru itu adalah , public dan passenger di pegang oleh 1 orang. Dan aku ga gerti , maksudnya apa. Mana mungkin satu orang megang 1 kapal. This is a fucking bullshit.

Semua job order ga pernah selesai dalam satu hari , dan aku tidak pernah ngambil yang nama nya break time , selalu kerja. Di tambah yang biasanya aku tidak pernah mandi ketika bangun pagi , tapi aku sarapan dulu , siang baru mandi. Sekarang klo pagi tidak mandi , sampe sore ga mandi. Tidak ada waktu untuk mandi.

Sebenernya aku bener bener ga ngerti . kenapa c di bikin 1 orang. Apakah kita emang di paksa harus kerja keras , tidak boleh ada waktu untuk istirahat , maka itu adalah karyawan yang baik , efisiensi mencapai 100% tidak ada rugi – rugi. Sampai aku curhat ke Francisco teman filipina.

“ I wanna quit “, kata ku.

“ why.?? “,he said.

“ this is not make sense man..”, lanjut ku.

“ so , you wanna to continue your contrac ? “

“ 60% no , I cant grow up in this company “

Banyak keluhan ku pada dia.

Sebenernya apa yang aku cari disini..??

Duit?? , pengalaman kerja..??

Actually , aku tidak tahu dapet pengalaman kerja atau tidak disini. Secara kerjaan ku kebanyakan mengganti lampu , dibandingkan dengan trouble shouting. Kadang aku malu dan tidak bangga dengan kerjaan ku. Apalagi klo seorang teman bertanya kepada ku

“ kerjaannya ngapain?? “

Aku hanya menjawab mengganti lampu. Apa yang bisa di bangga kan. Aku sampai bilang ke Francisco

“ this is not about the money , this is about satisfaction “

Kemudian dia berdakwah seperti AA Gym.

“ ricky , I just want to tell u one think. Kau disini karena tuhan memberi kesempatan kepada kamu untuk berkembang , untuk memperoleh pengalam bekerja. You are lucky. Do you know?? Me , im apply to this company twice. First time im failed because I don’t have experience, I just like u , just graduated. and for the second time I pass. You know ?the office and my house about 5 km. and I walked because I don’t have any 1 pessos. Im joining when im already 34 years old. Look at you.!! You are still young. Maybe if i were you , in my age , im already rich.”

“ but its not about the money…its hard to say….it about satisfaction “, aku berkata.

“ why ? because you already rich in your country.?..im alredy feel don’t have any money “

“ nooo..no like that “ , aku memotong pembicaran dia

Dan disaat itu, tak tahu kenapa , mata ku berlinang , aku pernah merasakan tidak punya apa apa. Aku pernah merasakan berharganya 30 rebu , itu uang yang cukup besar. Bahkan sampai kuliah pun uang jajan ku hanya 15 rebu sehari. Ongkos angkot dari rumah ke statsiun 1000 , tiket kereta PP 4000 , bis dari cawang ke kampus + kampus statsiun 4000 , uang makan ku hanya 6 ribu.

“ man…!! “ banyak yang tidak kau tahu tentang ku , dalam hati.

“ don’t worry ricky , just do it. “ , dia memberi semangat.

Aku sama sekali tidak menatap dia , karena aku merasakan mataku berair.

Sampai kamar aku hanya merenung.

“ apa c yang aku cari..?? “

Hampir semua orang Indonesia di kapal ini mengeluhkan hal yang sama. Aku hanya menginget perkataan mereka.

“ gw dah ga kuat disini , ga pernah istirahat. “ , kata orang yang kerja di galley.

“ udah kaya kerja rodi disini , brengsek emang princess “, orang galley lainnya.

Kenapa ga bangga c ? , padahal aku bisa kesegala tempat , yunani , itali , prancis , spain.

Tau apa jawaban dari orang – orang Indonesia. Mereka menjawab.

“ ini bukan masalah keliling dunia , ini mengenai perasaan , lebih baik aku melihat sawah , eropa ya gini – gini aja , bangunannya tua semua. “

Dan aku sependapat dengan meraka , Eropa begini aja , mereka hanya menyajikan bangunan tua , mungkin komen ku anti klimaks dengan semangat ku ketika tiba di ponta delgada. Aku jadi teringat ketika teman ku Bimo mengunjungi Eiffel di paris , dan Roma , aku hanya bisa melihat iri dan berfikir bagaimana aku bisa kaya dia. Aku iri sekali. Tapi perasaan iri inilah yang membuat ku harus bisa mewujudkanya.