Sense of sensation

Sudah jam 11 malam, tapi aku tak bisa tidur….tak tahu harus ngapain. Banyak sekali lamunan – lamunan yang terlintas di malam ini , bagaikan traffic yang menunggu giliran untuk lewat di sel – sel otak ku. Mulai dari kegagalan ku menuju Bruges , tabungan ku di akhir kontrak , rencana setelah pulang , main ke Dufan bersama teman – teman , sampai pengan ketemuan sama Unet atau Micky di New York nanti.
Satu kesempatan lewat sudah , seharusnya aku bisa ketemuan dengan teman ku Reynaldo (aldo) , dia kuliah di Belanda. Hanya 3 jam dari belanda ke Brudge. Awalnya kita berniat ketemuan di Antwerpen. 1 jam dari belanda , dan 1 jam dari Zeebrauge. Kebeneran aku sandar di Zeebrauge. Tapi sayangnya aldo tak mau berkorban sedikit demi ketemuan dengan adik didik tercintanya , aku sudah merayu rayuan gombal.
“ ayolah kakak pelatihku yang tersayang , berkorban lah sedikit , ketemuan di brudge aja “
“ ayo donk , menembus batas , kan jarang – jarang aku ke sini , ini sudah kehendak tuhan , ini jarak terdekatku dengan belanda yang tuhan berikan , sisanya kita yang berjuang “
“ ntar aku bawa baju Paksina deh…aku pake malah….mana semangatnya..?? “
Apa – pun rayuan ku dia hanya mengatakan
“ sorry ki , sorry banget , tega lu sama gw , jauh banget. “
“ tapi nasehat gw , lu pergi ke Brudge deh….indah banget….eropa banget deh “

See , hanya segitu saja pengorbanan seorang mantan instruktur ku. Anyway , its ok , memang sangat sulit untuk tunjukan pada dunia arti sahabat .
“ its ok….ga papa….ntar kapan – kapan aja , ntar aku sama Bimo , Robert akan kesana “.
Bay the way , any way , bus way . sekali lagi aku mengatakan.
Aku sebut nama Bimo and Robert. Aneh yaa?...aku ingin berpetualang dengan mereka. Dan ini juga termasuk lamunan yang terpikir begitu saja. Aku ingin Back Packers. Mungkin ga yaa…??.
Ahh..klo kita memikirkan mungkin atau tidak , kenapa tidak mungkin , kita ambil contohnya , aku sendiri aja. Siapa yang nyangka aku sudah pergi sejauh ini. Dan aku percaya suatu saat hal itu akan terjadi. Selama kita masih mempunyai angan – angan , disitu tersimpan sebuah harapan , dan harapan itu yang membuat kita berfikir untuk menuju angan – angan. Tanpa disadari suatu saat angan – angan itu sudah menjadi realita.

aku ingin menceritakan sedikit tentang ke “ indahan ” kota zeebrauge , apa mau dikata , tadinya sih ingin menceritakan keindahan kota brusel , memang awalnya aku mau kesana , coz papa ku pernah kesana beberapa tahun yang lalu , dan sekarang giliran ku. Aku ingin mengunjungi maneken pis , patung bayi yang lagi kencing. Patung yang lagi kencing aja bisa terkenal. Padahal kita tinggal buat saja duplikatnya dan simpan di Air Mancur kota Bogor , hehh…sepertinya ide yang sangat baik.
Rencana ke brusel gagal , karena terlalu jauh , 2 jam by train.case close
Rencana ke brudge , case close karena kesalahan yang “dodol” , dodol menurutku , sebab tanpa disangka kota zeebrauge memiliki banyak banget lampu merah , dalam jarak 200 meter atau 500 meter dapat di jumpai 3 lampu merah. DAN lampu hijau menyala hanya 25 sekon , percaya atau tidak. Sampai aku hitung beberapa detik lampu hijau menyala , dan segitulah hasilnya. Dari port ke statsiun Blankenberg meminum waktu 1 jam , padahal hanya berjarak kurang dari 10 mile. Tiba di depan statsiun kita tidak langsung beli tiket , apa yang kita lakukan..??....yupaa…anda Benarrr….FOTO…FOTO…!!. ga begitu lama sebenarnya , hanya 5 menit. Tapi 5 menitnya ini sangat berpengaruh , coz jadwal kereta menuju Bruge setiap 10 menit pass every hour. Tiba di stasiun jam 1.05 + foto = jam 1.10. no more tolerance , kereta telah meninggalkan kita. Terulang lagi aku ketingalan kereta , waktu itu di civitavechia mau menuju Roma ketinggalan , hanya gara - gara kebanyak mikir .” dimana keretanya? “, sebenarnya tidak banyak mikir , hanya 1 menit mikir. Setelah tahu yang mana keretanya , ternyata pintu kereta sudah di tutup ,dan dia pergi di depan mata. Lebih SAKIT HATI. Kalau sekarang aku masuk statsiun , kereta sudah menghilang(ga begitu sakit).

In front of Blankenberg Station
Dapat di lihatkan berapa banyaknya lampu merah , hanya dalam beberapa meter saja sudah terlihat 3 lampu merah.


Aku dan Don
Ini di depan taman kota , sepertinya tidak begitu dingin ya…padahal dingin bung , walaupun matahari menyinari dengan terik , tapi angin yang berhembus ituloh yang dahsyat ,dingin. Menurutku sangat enak untuk tinggal di daerah seperti ini , hampir tidak ada polusi , udara super sejuk ,dan harga SUPER MAHAL . makanan ringan aja 3 euro. Waaa….bisa tekor aku tinggal disini. Dan Belgia terkenal dengan coklatnya. Mmmm…..sayang tinggal sayang , ini pertama kali aku menginjak tanah Belgia , dan aku tidak menyicipi yang namanya coklat Belgia. Aku lupa akan wisata kuliner yang biasa dijalankan. Anyway , walaupun gagal mencapai Bruges , Zeebrauge not really bad. Tapi dari kejadian ini ada sesuatu yang aku rasakan kurang. Yaitu rasa penasaran dan kepuasan.
“ semakin sulit untuk dicapai , TAPI ada kemungkinan untuk dicapai , aku ingin mencapainya “
Perasaan itulah yang aku rasakan sekarang , aku dengan mudah mencapai kota Zeebrauge , hanya by shuttle seharga 6 euro PP. walaupun aku mengelilingi selama 1 jam lebih , aku merasa tidak puas. I don’t know why , bukannya sombong , aku merasa ini terlalu mudah buat ku. Aku ingin kesulitan , aku ingin meng – possible kan yang imposible , aku ingin in a rush. Seperti di Vatican City(Roma) , walau hanya 10 menit di Vatican(aku yakin tidak ada yang percaya) , karena ketinggalan kereta , walau harus berlari – lari , tapi kepuasan yang aku dapat.


Inside Vatican City
Contoh lainya ketika di Athena , aku berdebat dengan orang lain mengenai distasiun mana kita turun untuk menuju Acropolis , dan aku ngotot dengan pendapatku , tapi diakhir cerita aku sampai juga di Acropolis.


In front of Parthenon
Begitu juga di Dublin , aku hanya punya waktu 4 jam , tapi aku dan Victor memaksakan untuk mengunjungi St.Patrick Catredral , walaupun sempat lost , aku berhasil menemukannya disuatu ujung jalan.


Di seberang jalan St.Patrick Cathedral

Di Venice jam 11 malam aku , Don , dan Francisko “penasaran” untuk melihat Basilica St. Marco , hanya karena rasa takut , kita memutuskan untuk kembali ke kapal. Tapi Besoknya aku berhasil melihat keindahan malam di Venice , di depan Basilica St.Marco aku duduk menyendiri sambil menikmati Es cream rasa Italia. SUNGGUH SENSASI YANG LUAR BIASA.


Basilica St.Marco

Indonesia Tanah Air Ku

One hour forward , always something like that . itu satu hal yang aku tidak suka. Jam tidurku berkurang satu jam. Besok aku tiba di Lisbon , menurutku Lisbon kota yang cukup lengkap , mengapa ? karena hampir semua tempat yang menarik jaraknya sangat dekat , seperti Monument Discovery , Belem Tower , mereka hanya terpisah kurang lebih 500 meter , dan di seberang dua bangunan itu berdiri Jeronimus Monastery. Lengkap bukan.
Percaya tidak percaya , sudah hampir 1 minggu ini aku tidak makan nasi , bukannya aku lupa dengan yang namanya nasi atau beras , tapi makanan disini tidak memungkinkan untuk makan dengan nasi. Hampir tiap malam atau lebih tepatnya tiap hari aku makan kentang , siang , sore , dan malam always kentang goreng. Klo siang hampir dipastikan makan burger , udah kaya orang kaya yaa..?? , ya begitu lah. Malam ini aku hanya makan 8 potong ayam , plus udang , ditambah kentang goreng (again and agian) , plus kopi susi , ehhh salah maksudku kopi susu.
“ gimana ? bagus ? “ , Tanya pa abu pada ku tentang Cadiz.
“ ga ahh…kecewa….hahahh ”, jawab ku.
“ sukur….rasain…” , balas pa abu.
“ apa yang bagus c ? , aneh deh bapa , waktu itu Barcelona di bilang bagus , sekarang cadiz “
“ yowes , memang beda selera “ , jawab pa Abu singkat sambil melanjutkan makan.
Memang sih , Barcelona dengan Cadiz ada beberapa kesamaan , salah satunya jalan – jalan di Cadiz tidak terbuat dari aspal , tapi dari batu atau semacam conbloc. Sebenarnya di Ponta Delgada juga seperti itu. Mungkin itu yang pa Abu suka , kesan masa lampaunya (maybe.!!).
Aku tidak kemana – mana ketika turun di Cadiz , hanya jalan – jalan saja di sekitar port , mungkin hanya 40 menit aku di luar dan masuk lagi. Kadang aku ingin merasakan pengalaman seperti ini bersama teman – teman , tidak sendirian seperti ini. Aku ingin menggila bersama teman. Walaupun ada teman Indonesia , tapi jadwal istirahat yang membatasi pertemuan kita.
“ yuu pa , dah jam 8 nih sama dengan jam 9 , tidur , tidur “ , ajak ku ke pa Abu.
“ yu….” , sambil mengetok meja dua kali , kebiasaan pa Abu ketika selesai makan.
“ ada pengumuman apa nih ? “ , mengajak pa Abu melihat papan pengumuman ketika berjalan menuju kabin.
“ hahhhh “, aku reflek .
IMPORTANT CREW NOTICE – Le Havre/PARIS
All crew are permitted to go ashore in Le-Havre – there are no restriction.
Baris selanjutnya.
HOWEVER
ONLY CREW FROM THE BELLOW MENTIONED COUNTRIES ARE ALLOWED TO LEAVE THE PORT OF LE HAVRE TO GO TO PARIS.
Tertulis berbagai Negara dari A sampai V(Venezuela)
Di baris selanjutnya.
CREW MEMBERS HOLDING MULTI ENTRY SCHENGEN VISA ARE ALSO ALLOWED
Dan disana tidak ada nama INDONESIA
“ apa – apaan nih pa ? “ , Tanya ku
“ lah mana saya tahu , Tanya aja sama crew office “. Jawab pa Abu.
“ curang banget sih , kayanya ga fair , masa cuman 5 negara yang dilarang , Indonesia , Filipina , India , Nepal sama Thailand “, aku berbicara dengan sedikit emosi.
Pa abu tidak berkomentar apa – apa. Aku hanya merobek kertas pengumuman itu dan membawanya ke kabin , untuk di tunjukan pada kabin mate ku.
“ Lorenz , you already read the board ? “ , Tanya ku pada Lorenz.
“ no , not yet , what happen ? “, jawab Lorenzo.
“ just read “, sambil memberikan selembar kertas pada Lorenzo.
“ hahahha…..its ok…just sleep “, Lorenzo said.
Oh may god , dia dengan santainya menjawab seperti itu.
“ ohh may god Lorenzo , this is my dream , go to paris , why like this ? “, aku protes.
Baru saja beberapa minggu yang lalu seorang stetroom steward memberi ku harapan(hope) , dia mengatakan kalau kita berlayar dari le – havre sekitar jam 8 malam , that’s mean jika aku ambil half day , sangat possible aku mengunjungi Eiffel. Saat itu emosi ku sangat antusias , sampai sampai apa pun kerjaan ku tidak aku pedulikan , aku jalani dengan senang , of course , coz sonner or latter I will go to paris. Tak pernah terbayangkan aku akan benar – benar kesana. Beberapa tahun yang lalu , aku membuat foto ku di Adobe photoshop berlatarkan Eiffel , sekarang sudah hampir di depan mata.
And now
MIMPIKU HILANG KARENA NAMA SUATU BANGSA
Harus kah aku menyesal manjadi warga Negara Indonesia ? , mengapa Indonesia begitu dilarang , sedangkan Negara tetangga Malaysia , Brunai , dan Singapura di persilahkan ?. salah apakah putra dan putri Indonesia?.
Bukan kali ini saja Indonesia mendapat tempat “ special ”.
1. Di saint Thomas , HANYA warga Indoesia saja yang harus ke imigrasi , untuk cap jari dan periksa passport.
2. Di Dubrovnik (kroasia) , Indonesia lagi – lagi tak boleh turun ke port , except bayar 18 euro.
3. Dan sekarang di Le – Havre , Indoensia NOT ALLOWED go to Paris.

Keesokan harinya.
Seperti nasehat pa Abu “ Tanya crew office “ , karena aku masih mau memperjuangkan mimpiku.
“ morning “ , sapa ku kepada wanita di crew office
“ morning , may I help you ? “, jawabnya.
“ yes ,sorry , I have some question , mmm…im Indonesian , why Indonesia not allowed to go to paris ? “, Tanya ku.
“ ohh , im sorry diplomatic reason , sorry “, dengan jawaban singkat.
“ but you can go ashore if you have schangen visa “, dia melanjutkan.
“ I don’t have , can I get on board ? “, Tanya ku.
“ no , can’t “
“ so , zero tolerance , to go to paris for me ? “, Tanya ku lagi
“ yes , im sorry , next time “, jawaban yang tidak aku inginkan.
NEXT TIME ? KAPAN ?
Sekali lagi , harus kah aku menyesal menjadi warga Negara Indonesia?...mmmm….. Dia telah mengambil mimpi ku.
Tapi , sebesar apa pun kekecewaan ku , aku tetap PUTRA Indonesia ,
berbangsa SATU , bangsa Indonesia
aku tetap
berbahasa SATU , bahasa Indonesia
dan aku tetap bertanah air SATU , tanah air Indonesia.
Ini hanya masalah waktu saja untuk mencapainya.